Indonesia Butuh Situs “fact Checking” Untuk Lawan Hoax

Posted on
loading...

Jakarta (Akulagi.com) – Indonesia butuh situs pengecek fakta, fact checking, buat meredam berita bohong alias hoax yg marak beredar, kata pengamat media sosial Ismail Fahmi.


“Kita butuh fact checking ini, di Indonesia belum ada situs seperti itu,” kata Ismail melalui telepon kepada Akulagi.com, Rabu (11/1).
Situs pengecek fakta, misalnya Politifact di Amerika Serikat, memberikan penjelasan atas suatu fakta maupun opini dan bisa menjadi rujukan apakah berita tersebut benar atau salah.
Tim pengecek fakta situs tersebut berisi orang-orang yg berkecimpung di dunia jurnalistik dan mengecek ulang ke sumber terkait serta memberikan data yg bisa dipertanggungjawabkan.
Melalui situs tersebut, masyarakat mampu mengetahui apakah keterangan tersebut hoax atau tak berdasarkan penjelasan dan data yg diberikan.
Saat ini, menurut pelopor lembaga pemantau media Awesometric, baru ada sesuatu situs yg bisa dikembangkan menjadi pengecek fakta, merupakan TurnBack Hoax yg dibuat oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia.
Situs tersebut memberikan klarifikasi atas suatu keterangan yg beredar berdasarkan pemberitaan di media massa atau pembahasan di forum terbuka mereka.
“Harapan saya, situs itu jadi klarifikasi dengan penjelasan sangat gampang sehingga orang mampu share dan jadi referensi,” kata dia.
Selain itu, bila hoax yg beredar berkaitan dengan negara, pemerintah diharapkan memberikan keterangan terpercaya, misalnya berupa data yg bisa menjadi rujukan buat kementerian dan lembaga lainnya, sehingga masyarakat mengetahui keterangan yg benar.

(baca juga: Lakukan ini bila tak sengaja sebar hoax)

Editor: Monalisa

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

loading...
Loading...