Blokir Bukan Solusi Redam Hoax

Posted on
loading...

Jakarta (Akulagi.com) – Pengamat media sosial Ismail Fahmi berpendapat memblokir situs yg menyebarkan berita bohong bukan satu-satunya cara meredam penyebaran hoax.

“Pendekatan literasi media sosial, oleh pemerintah juga. Jangan cuma blokir,” kata Ismail Fahmi, pelopor Awesometric, melalui telepon kepada Akulagi.com, Rabu (11/1).
Bila menemukan situs yg menyebarkan keterangan yg tak benar, Kementerian Komunikasi dan Informatika selaku lembaga yg berwenang, mampu memberikan surat terbuka buat situs ini, berisi pemberitahuan bagian mana saja yg memuat berita tak akurat beserta klarifikasi.
Dari surat terbuka itu, mulai terjadi dialog dengan pengelola situs mengapa ia membuat keterangan seperti itu.
“Tunjukan salah tentang apa sehingga publik tahu. Ini literasi,” kata dia.
Pemblokiran dikerjakan bila terbukti berkali-kali menyebar berita bohong dan tak mengindahkan teguran.
Bila suatu situs atau akun yg menyebarkan hoax diblokir, kemungkinan muncul situs kloning atau situs baru dengan tujuan yg sama.
Menurut Ismail, pemerintah sebaiknya juga merangkul pihak yg kerap menyebarkan berita tak benar saat memberikan klarifikasi sehingga keterangan yg akurat tersebar ke seluruh lapisan masyarakat.

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

loading...
Loading...