Menkominfo Imbau Lakukan “Tabayyun” Sebelum Sebar Informasi Di Medsos

Posted on
loading...

JAKARTA, Akulagi.com — Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara kembali mengimbau publik bagi terlebih lalu memastikan kebenaran suatu keterangan sebelum membagikannya di media sosial.

Hal itu merespons maraknya penyebaran informasi hoax dalam dua waktu terakhir.

“Kita juga di Islam kan diajari tabayyun (klarifikasi). Kalau ada apa-apa tabayyun, nomor beberapa tabayyun, nomor tiga tabayyun,” kata Rudiantara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

“Kalau mau dikirim, harus pastikan yg dikirim adalah yg benar,” tutur dia. 

Ia pun menyebut adanya situs www.turnbackhoax.id yg mampu digunakan sebagai salah sesuatu media bagi memastikan apakah sebuah keterangan tersebut hoax atau bukan.

Ia memastikan situs tersebut valid buat dijadikan acuan dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Di situ dituliskan kalau ini bukan hoax, faktanya apa. Ada di sini semua. Ini menolong masyarakat, bantu kami semua,” ujarnya.

(Baca juga: Menkominfo Ajak Publik Perangi “Hoax” Melalui Komunitas)

Ada juga aplikasi “Turn Back Hoax” yg berbasis crowdsourcing atau urun daya, yg dirancang bagi mengumpulkan berbagai keterangan fitnah dan hoax yg beredar di internet.

Bentuknya berupa ekstensi yg dapat dipasang di peramban Chrome buat desktop.

Seusai memasang ekstensi dan melakukan login via Facebok, pengguna “Turn Back Hoax” mampu melaporkan konten yg dicurigai sebagai hoax.

Konten dimaksud mampu berupa halaman situs, pesan berantai, dan gambar, termasuk yg beredar di media sosial semacam Facebook.

Pengguna bisa menerangkan alasan soal mengapa konten tersebut diduga mengandung hoax.

Kompas TV Cara Melawan Berita “Hoax” di Media Sosial

Sumber: http://nasional.kompas.com

loading...
Loading...