Masjid Dan Gereja Freeport Di Perut Bumi Masuk Rekor MURI

Posted on
loading...

JAKARTA, Akulagi.com – Presiden Direktur Freeport Indonesia yg juga mantan KSAU (Kepala Staf Angkatan Udara) Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim menerima 3 rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) sekaligus.

Penyerahan ketiga piagam rekor dari MURI diselenggarakan Senin (9/1/2017), di kantor Chappy, di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan.

Rekor-rekor tersebut adalah “Rekor Dunia Masjid dan Gereja di Lokasi Terdalam’ pada kedalaman 1.700 meter di bawah permukaan tanah dan “Rekor Dunia Masjid di Elevasi Tertinggi” di ketinggian 3.730 mdpl (meter di atas permukaan laut) yg dibangun oleh PT Freeport di lokasi area pertambangannya yg berada di Tembagapura, Mimika, Papua.

Terakhir, Freeport yg kini dipimpin alumni AAU 1971 ini juga memboyong “Rekor Nasional sebagai Perusahaan Tambang dengan Program pengembangan dan Pelatihan Terlengkap buat Masyarakat Lokal.”

“Yang istimewa adalah, masjid dan gereja yg ada di bawah tanah ini yg menjadi fasilitas buat para pekerja, maka dibangunlah berdampingan yg dipisahkan oleh sebuah ruang yg digunakan buat berwudhu (Islam) atau mensucikan diri (nasrani) sebelum mereka beribadah,” kata mantan KSAU ke-14 (periode 2002-2005).

Penghargaan tersebut diserahkan segera oleh Ketua Umum MURI, Jaya Suprana kepada Chappy, yg sebelumnya menjabat sebagai Penasihat Senior perusahaan tambang yang berasal Amerika Serikat (AS) ini pada Agustus 2016 dulu dan baru menjabat Presdir Freeport kurang dari beberapa bulan.

“Sekarang kalian telah lebih dari 600 kilometer, nanti mulai menjadi 1.000 kilometer. Sehinga pekerja di dalam itu untuk yg mau beribadah tak sempat bagi keluar lagi, masuk lagi. Itu sebabnya kalian fasilitasi, dibangunlah di dalam terowongan itu masjid dan gereja,” terang Chappy.

Jadi idenya adalah, lanjut Chappy, pekerjaan tambang itu 24 jam -pekerja itu dibagi 3, pada masa tertentu dibagi menjadi 4- jadi mereka harus tetap bekerja.

“Dalam kontinuitas bekerja itulah maka mereka memerlukan waktu yg harus difasilitasi, merupakan menjalankan ibadah. Untuk efesiensi para pekerja tambang menjalankan ibadah itu dibikinlah berdampingan,” ujarnya.

Masjid yg diberi nama ‘Baabul Munawwar’ dan gereja dengan nama ‘Oikumene Soteria’ berada di area deep mile level zone. Masjid dan gereja terdalam ini bangun pada 2014 dahulu selesai dan digunakan akan tahun 2015. Sementara masjid yg berada di ketinggian hampir 4.000 mdpl itu dinamai dengan nama Al A’raf.

“Saya jadi semakin heran, kok dapat Anda yg ahli terbang malah ngurusin yg di dalam tanah?” tanya Ketua Umum MURI, Jaya Suprana sebelum memulai sambutannya.

“Tadi beliau menyampaikan bahwa MURI hadir ke sini adalah kehormatan bagi Freeport, itu terbalik. MURI hadir di sini yaitu kehormatan buat MURI,” tutur Jaya.

Saya tak mulai terkesan, kata Jaya, andaikata yg berbicara ini adalah orang Freeport yg telah lama bekerja di Freeport. Pasti orang yg berbicara itu telah memiliki subyektifitas yg terpengaruh karena dia telah lama kerja di Freeport.

“Saya menjadi terkesan bahkan percaya terhadap apa yg diutarakan ini, bukan karena dia adalah seorang Chappy Hakim, tapi karena beliau itu sebetulnya bukan karena suatu kebanggaan bahwa ini adalah karya beliau. Tapi beliau melihat kenyataan bahwa ini memang suatu yg layak dihargai dan dihormati. Dan memang tugas MURI buat menghormati dan menghargai apa yg layak dihormati dan dihargai,” tegas Jaya.

Menurut Jaya, jasa seorang Chappy Hakim menjadi utama sekali, bukan bagi Freeport, tapi buat bangsa Indonesia ini bahkan buat segala dunia supaya kalian terus tabayyun dalam menempuh kemelut perjalanan hidup.

Sebanyak lebih dari 95 persen dari 32.000 karyawan PT Freeport yaitu putera-puteri bangsa yg berasal dari berbagai daerah di segala penjuru nusantara.(Fery Setiawan)

Sumber: http://nasional.kompas.com

loading...
Loading...