Pemilihan Anggota KPU Dan Bawaslu Rawan Disusupi Konflik Kepentingan

Posted on
loading...

JAKARTA, Akulagi.com – Presidium Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Jojo Rohi, menyampaikan pemilihan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) buat periode 2017 rawan disisipi kepentingan tertentu. Menurut dia, dua anggota tim seleksi menduduki jabatan strategis yg dikhawatirkan mulai memunculkan konflik kepentingan.

“Misalnya, ketua timsel menjabat komisaris BUMN yg dianggap sebagian kalangan bahwa ini mulai berpotensi berpihak pada salah sesuatu kandidat,” kata Jojo dalam diskusi di Jakarta, Minggu (8/1/2017).

Ketua tim seleksi (timsel), Saldi Isra, memang menjabat sebagai Komisaris Utama PT Semen Padang sejak Mei 2016.

Jojo, tanpa menyebut nama, kemudian menyampaikan bahwa ada anggota timsel yg yaitu bagian dari penyelenggara pemilu aktif. Ia khawatir ada subjektifitas dalam memilih karena sebagai sesama anggota penyelenggara pemilu.

“Tentu saja jadi sangat rawan mulai konflik kepentingan karena sesama penyelenggara pemilu,” kata Jojo.

Karena itu, Jojo meminta timsel lebih transparan dalam memperkenalkan para kandidat anggota Bawaslu dan KPU. Ia menilai, indikasi ketidakjelasan model penyelenggaraan pemilu tersirat dari proses seleksi. Masyarakat dianggap belum mengetahui secara menyeluruh latar belakang calon penyelenggara negara yg mulai mengatur jalannya pesta demokrasi akan 2017 hingga 2022.

“Publik jadi tak mampu tracking masing-masing calon,” kata Jojo.

Tim Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu meloloskan 58 dari 517 orang pada tes tahapan kedua. Dari jumlah tersebut, sebanyak 36 orang calon anggota komisioner KPU dan 22 calon anggota Bawaslu. Dari 58 orang tersebut, 35 persen di antaranya perempuan.

Sumber: http://nasional.kompas.com

loading...
Loading...