KIPP Kritik Seleksi Anggota KPU Dan Bawaslu Sebelum RUU Pemilu Disahkan

Posted on
loading...

JAKARTA, Akulagi.com — Presidium Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jojo Rohi mengkritik proses seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu yg tengah berjalan.

Menurut dia, semestinya pemerintah harus terlebih dahulu mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pemilu karena di dalamnya diatur soal syarat penyelenggara pemilu.

“Kenapa tak menunggu sistem pemilu seperti apa, baru dapat menuliskan model apa penyelenggaranya. Kalau telah jelas baru rekrutmen jalan,” ujar Jojo dalam diskusi di Jakarta, Minggu (8/1/2017).

Salah satunya yakni Pasal 89 Ayat 1 huruf b yg mengatur syarat usia anggota KPU paling rendah 45 tahun. Dalam aturan sebelumnya, disebutkan usia paling rendah 35 tahun. Hal ini mulai menjadi simpang siur seandainya RUU disahkan sebelumnya proses seleksi selesai.

Selain itu, Jojo mempermasalahkan soal kualifikasi calon penyelenggara pemilu yg mulai lebih mendetail dalam RUU Penyelenggaraan Pemilu.

“Mestinya dapat jadi roadmap mencari penyelenggara pemilu yg kompeten dan kredibel,” kata Jojo.

Dalam kesempatan yg sama, anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat RI Arif Wibowo memastikan bahwa undang-undang yg lama tak mulai bertentangan dengan RUU Penyelenggaraan Pemilu. Menurut dia, secara keseluruhan, tidak ada perubahan signifikan mengenai proses rekrutmen dan seleksi.

“Apakah nanti dikerjakan perbaikan, silakan saja. Misalnya selama ini syaratnya normatif, mungkin mampu dilengkapi,” kata Arif.

Saat ini, 36 orang calon anggota KPU dan 22 calon anggota Bawaslu telah memasuki seleksi tahap ketiga. Pada 16 Januari 2017 mendatang, para calon anggota KPU dan Bawaslu mulai menjalani tes kesehatan lanjutan, diskusi kelompok, dan wawancara.

Setelah tahapan ini, Tim Seleksi mulai memilih 14 nama calon anggota KPU dan 10 nama calon anggota Bawaslu yg selanjutnya diajukan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kompas TV Pemilu Rasa Anak Muda

Sumber: http://nasional.kompas.com

loading...
Loading...