Agar Tak Radikal, Ormas Keagamaan Disarankan Menjadi Parpol

Posted on
loading...

JAKARTA, Akulagi.com – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Budiman Sudjatmiko berpendapat bahwa keberadaan organisasi masyarakat berbasis agama yg memiliki kepentingan politik adalah sah dalam sistem demokrasi.

Namun sayangnya, kelompok-kelompok tersebut cenderung radikal dan memilih tindakan ekstremis dalam mengekspresikan ideologinya.

Budiman berpendapat, bagi mengantisipasi maraknya aksi kekerasan oleh ormas keagamaan, sebaiknya pemerintah membuka jalan buat mereka ke dalam sistem politik demokrasi.

“Menurut aku seandainya ormas keagaman yg cenderung radikal mendirikan partai politik, itu langkah yg bagus,” ujar Budiman dalam sebuah acara debat terbuka di bilangan Wijaya II, Jakarta Selatan, Sabtu (7/1/2017).

Budiman menjelaskan, dengan mengakomodasi ormas keagamaan dalam sistem demokrasi sebagai partai politik, ada kemungkinan mereka dapat mengubah cara ketika mengekspresikan sikapnya.

Sebab demokrasi mulai memaksa setiap orang atau kelompok buat mengedepankan dialog dalam menghadapi perbedaan pandangan.

“Di luar sistem demokrasi mampu berarti kekerasan, maka saat masuk diharapkan mampu berubah karena ada proses moderasi di situ. Perubahan sikap, berdialog dalam menghadapi perbedaan di dalam parlemen misalnya,” kata Budiman.

Budiman juga mengingatkan, meskipun keberadaannya sah, setiap kelompok dengan basis apapun tak boleh menjadi sesuatu kekuatan yg mendominasi kelompok yang lain secara paksa.

Sumber: http://nasional.kompas.com

loading...
Loading...