Cara Mengenali Hoax

Posted on
loading...

Jakarta (Akulagi.com) – Berita palsu atau hoax kerap beredar di dunia maya dan bukan hal baru di media sosial, menurut aktivis Southeast Asia Freedom of Expression (SAFEnet) Damar Juniarto.

Damar Juniarto menyampaikan ada tiga ketegori fake news atau berita palsu, ada yg bertujuan buat hiburan dan ada juga yg bertujuan politis.

Berita palsu ada yg dibuat buat hiburan atau sekedar “lucu-lucuan”, bentuknya mampu berupa meme, pesan berantai atau infografis.

Berita seperti itu dibuat sebagai candaan dan tak perlu ada penindakan hukum.

Selanjutnya, ada juga berita palsu yg dibuat buat meraup keuntungan dengan mengundang “clickbait”. Informasi seperti ini dibuat dengan memelintir berita atau keterangan sehingga seolah betul-betul terjadi.

Informasi seperti itu harus dipilah lagi karena bermuatan merugikan orang lain.

Terakhir, ada hoax yg yaitu strategi politik bagi menjatuhkan lawan, disinformasi bahkan diarahkan ke segregasi sosial.

“Ini yg perlu kehadiran penegakan hukum yg tegas,” kata dia

Ia menjelaskan ada dua hal yg perlu dicurigai pembaca bila mendapatkan informasi, yg berpotensi hoax.

Berita hoax umumnya tak mencantumkan sumber berita yg tak valid atau tak mampu diverifikasi.

Berita juga cenderung tak memuat dari sisi yg berlawanan atau “cover both side” dan ditulis dengan nada tendensius.

Terakhir, berita hoax kerap menampilkan narasumber anonim.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

loading...
Loading...