Setya Novanto Kembali Dipanggil KPK Dalam Kasus E-KTP

Posted on
loading...

JAKARTA, Akulagi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan buat memeriksa Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto.

Pemanggilan buat pemeriksaan kedua kalinya ini terkait masalah dugaan korupsi terkait proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik atau e-KTP, ketika Novanto menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR.

“Yang bersangkutan mulai diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Sugiharto (mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah ketika dikonfirmasi, Rabu (4/1/2017).

Selain Sugiharto, KPK juga sudah memutuskan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman.

KPK juga menjadwalkan buat meminta informasi dari auditor madya Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Mahmud Toha Siregar, Direktur PT Gajendera Adhi Sakti Azmin Aulia, dan wiraswasta Afdal Noverman.

Ketiga orang itu mulai diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Irman.

KPK sudah memeriksa hampir 200 saksi dalam masalah dugaan korupsi terkait pengadaan e-KTP. (Baca: KPK Periksa Hampir 200 Saksi buat Telusuri Korupsi Pengadaan E-KTP)

Komisi anti-rasuah menduga banyak pihak terlibat dalam perkara yg menimbulkan kerugian negara sekitar Rp 2 triliun itu.

Sejak dua waktu lalu, sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat dikonfirmasi oleh penyidik KPK seputar dugaan kerugian negara dalam pengadaan KTP elektronik yg mencapai Rp 2 triliun.

Para anggota Dewan Perwakilan Rakyat tersebut ditanyakan seputar proses penetapan anggaran, perencanaan, pengadaan dan pelaksanaan proyek.

Nama sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat disebut oleh mantan Bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, sebagai pihak-pihak yg diduga mengetahui korupsi pengadaan KTP elektronik.

Nazaruddin sendiri menuding Novanto dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum sebagai pengendali proyek e-KTP. Namun, Novanto membantah tudingan Nazaruddin.

(Baca: Diperiksa KPK dalam Kasus E-KTP, Setya Novanto Bantah Tudingan Nazaruddin)

Beberapa nama di pemerintahan juga disebut Nazaruddin, antara yang lain keterlibatan mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi yg disebut menerima gratifikasi.

Namun, Gamawan juga sudah membantah tuduhan Nazaruddin. (Baca: Gamawan: Saya Tidak Kenal dan Tidak Pernah Bertemu Nazaruddin)

Kompas TV KPK Periksa Setnov sebagai Saksi Korupsi E-KTP

Sumber: http://nasional.kompas.com

loading...
Loading...