KPAI Berencana Laporkan Akun Facebook Komnas PA Ke Polisi

Posted on
loading...

JAKARTA, Akulagi.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berencana melaporkan pengelola akun Facebook atas nama Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) ke kepolisian.

Pada 23 Desember 2016, akun tersebut sudah mempublikasikan gambar dan identitas anak yg sedang berhadapan dengan proses hukum.

“Tentu hal itu melanggar ketentuan undang-undang. Kami sebagaimana diberi tugas bagi memberikan laporan ke pihak berwajib seandainya adanya dugaan pelanggaran, maupun uploading (unggahan) foto yg menampilkan anak secara eksplisit, tentu mulai kita dalami dan telaah kemungkinan melaporkan tersebut,” ujar Ketua KPAI Asrorun Ni’am Sholeh, dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (4/1/2017).

Ia menjelaskan, perlindungan terhadap anak-anak yg tersandung perkara hukum telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 pasal 64 huruf i yg menyebutkan bahwa perlindungan khusus untuk anak yg berhadapan dengan hukum dikerjakan melalui penghindaran dari publikasi atas identitasnya.

Asrorun menyayangkan adanya postingan tersebut di akun Facebook Komnas PA.

Sebab, sebagai lembaga yg digawangi para aktivis yg peduli atas perlindungan anak,  seharusnya memahami dan tak mengunggah foto tersebut.

Asrorun melanjutkan, pihaknya juga sudah mendiskusikan persoalan ini dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Indonesia yg ketika ini dipimpin Seto Mulyadi.

“Ini ada foto pihak yg bergerak di perlindungan anak, mulai tapi mengekspose anak yg jadi korban dan berhadapan dengan hukum. Ini yg kita juga didiskusikan dengan Kak Seto,” kata Asrorum.

Sementara itu, Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait menyangkal bahwa pihaknya yg mem-posting foto dan identitas anak di akun Facebook.

“Komnas tak milik Facebook, aku tak milik Facebook pribadi,” kata Arist ketika dihubungi, Rabu sore.

Menurut Arist, yg dimiliki Komnas PA adalah website atau laman yg berisi kegiatan-kegiatan yg dikerjakan Komnas PA.

“Kami tak milik akun Facebook sendiri maupun organisasi,” ujarnya.

Sumber: http://nasional.kompas.com

loading...
Loading...