Jokowi Sebut Penundaan Kerja Sama Militer RI-Australia Masalah Prinsip

Posted on
loading...

JAKARTA, Akulagi.com – Presiden Joko Widodo mengaku telah mendapat laporan dari Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo terkait penundaan kerja sama militer TNI dan Australia Defence Force (ADF).

Jokowi menyetujui putusan tersebut sampai persoalan yg ada dapat diselesaikan secara tuntas oleh kedua belah pihak.

“Ini masalahnya biar diclearkan dulu. Karena juga masalah, itu meski di tingkat operasional, tetapi ini persoalan prinsip,” kata Jokowi di Jakarta, Kamis (5/11/2017).

Sebelumnya, Menhan mengakui penundaan kerja sama karena adanya oknum militer di Australia yg mengina dan melecehkan Indonesia dan Pancasila. Menhan menyebut oknum tersebut telah diberi sanksi oleh ADF.

(Baca: TNI Tunda Kerja Sama Militer dengan ADF Australia)

“Saat ini persoalan itu, aku telah perintahkan buat ditangani oleh Menhan dan Panglima TNI. Saya kira hubungan kalian dengan Australia masih dalam keadaan yg baik-baik saja. Hanya mungkin di tingkat operasional ini masih perlu disampaikan agar situasinya tak panas,” tambah Jokowi.

Yang pasti, lanjut Jokowi, Indonesia dan Australia telah sepakat bagi saling menghormati, saling menghargai dan tak campur tangan urusan dalam negeri masing-masing.

(Baca: Menurut Menhan, Oknum Militer Australia yg Hina Pancasila Sudah Diberi Sanksi)

Menteri Pertahanan Australia Marise Payne menegaskan mulai menangani secara serius temuan materi pelajaran pada fasilitas pelatihan bahasa Angkatan Darat Australia, yg diduga menghina TNI.

(Baca: Australia Investigasi Temuan Materi Pelajaran yg Diduga Hina TNI)

“Kepala Angkatan Pertahanan Australia, Air Chief Marshal Mark Binskin, sudah melayangkan surat kepada mitranya dari Indonesia, Jenderal Gatot Nurmantyo, bahwa masalah ini mulai ditangani secara serius dan kalian mulai menginvestigasi persoalan yg mengemuka,” kata Payne dalam pernyataan resmi yg diunggah pada laman Kementerian Pertahanan Australia, www.minister.defence.gov.au, Rabu (4/1/2017).

 

Sumber: http://nasional.kompas.com

loading...
Loading...