56 Tewas Akibat Bentrok Antar Geng Narkoba Di Penjara Brasil

Posted on
loading...

Brasilia (Akulagi.com) – Kerusuhan di penjara menewaskan sedikitnya 56 orang dalam aksi kekerasan paling berdarah dalam beberapa dekade di sistem penjara yg terlalu penuh menurut para pejabat kota Manaus di Amazon, Brasil, Senin (2/1).

Sergio Fontes, kepala keamanan negara bagian Amazonas, dalam konferensi pers menyampaikan korban jiwa dapat bertambah ketika otoritas tahu lebih jelas mengenai pemberontakan yg dipicu oleh pertarungan geng narkoba yg saling bermusuhan itu.

Fontes menyampaikan kepada para pewarta bahwa dua jasad dengan kepala dipenggal dilemparkan ke atas dinding penjara dalam kerusuhan itu, dan kebanyakan korban tewas berasal dari geng narkoba First Capital Command (PCC) yg bermarkas di Sao Paulo.

Pihak berwenang sebelumnya menyatakan kerusuhan itu menewaskan 60 orang.

“Ini adalah bagian yang lain dalam perang senyap dan kejam perdagangan narkoba,” katanya sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

Kerusuhan itu terjadi karena bentrok antara tahanan yg bersekutu dengan PCC, geng narkoba paling kuat di Brasil, dan kelompok penjahat lokal Manaus yg dikenal sebagai North Family.

Geng yg berbasis di Manaus diyakini menyerang tahanan sekutu PCC atas perintah geng narkoba Red Command (CV) yg berbasis di Rio de Janeiro, geng narkoba terbesar kedua di Brasil.

Menteri Kehakiman Brasil Alexandre de Moraes mulai melakukan perjalanan ke Maraus pada Senin buat bertemu dengan Gubernur Amazonas Jose Melo Oliveira dan pejabat keamanan federal yang lain guna membahas kerusuhan itu.

Pedro Florencio, sekretaris penjara negara bagian Amazonas, menyampaikan pembunuhan besar-besaran itu yaitu “pembunuhan balas dendam” dalam perseteruan antar geng penjahat di Brasil.

Kekerasan di penjara itu bermula Minggu malam dan berhasil dikendalikan pada Senin sekitar pukul 07.00 pagi menurut Fontes.

Selama kerusuhan itu total ada 184 tahanan yg kabur dan 40 di antaranya berhasil ditangkap kembali pada Senin petang.

Saat kerusuhan bermula di sesuatu unit kompleks penjara Anisio Jobim, puluhan tahanan di unit kedua memulai pelarian massal dengan apa yg disebut pihak berwenang upaya terkoordinasi buat mengalihkan perhatian penjaga.

Penjara-penjara dengan jumlah penghuni melebihi kapasitas sangat umum di Brasil yg menderita akibat endemi kekerasan dan kelompok-kelompok hak asasi manusia menyebut kondisinya seperti penjara abad pertengahan dengan pangan langka dan sel-sel penuh yg membuat tahanan bahkan tidak milik ruang buat berbaring.

Kompleks penjara Anisio Jobim sekarang menjadi rumah untuk 2.230 tahanan padahal kapasitasnya cuma bagi 590 tahanan.

Berjam-jam setelah kerusuhan di penjara Anisio Jobim berakhir, para tahanan di pusat penahanan di dekatnya memulai kerusuhan dan berusaha melarikan diri.

Pihak berwenang menyatakan situasinya langsung mampu dikendalikan.

Kelompok-kelompok pemantau mengkritik tajam pemerintah Brasil karena kerusuhan mematikan rutin terjadi di penjara-penjaranya.

“Pembunuhan ini terjadi hampir setiap hari di Brasil,” kata Pastur Valdir Silveira, direktur Pastoral Carceraria, pusat Katholik yg memantau keadaan penjara di Brasil.

“Penjara-penjara kalian dibangun bagi membinasakan, menyiksa dan membunuh.”

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com
Terima kasih anda Telah Membaca Berita Tentang 56 tewas akibat bentrok antar geng narkoba di penjara Brasil Silahkan Share Berita Ini Jika Memberi Manfaaat

loading...
Loading...