Pilkada Serentak Belum Merepresentasikan Aspirasi Masyarakat

Posted on
loading...

JAKARTA, Akulagi.com – Jaringan Pendidikan Pemilih bagi Rakyat (JPPR) menilai, Pemilihan Kepala Daerah 2016-2017 belum cukup ideal dalam merepresentasikan keterwakilan aspirasi masyarakat. Hal ini kelihatan dari jumlah pasangan calon yg bersaing dan penilaian partai politik dalam memilih pasangan calon bagi bersaing.

Koordinator Nasional JPPR, Masykurudin Hafidz mengatakan, dalam Pilkada serentak kali ini cuma terdapat 244 pasangan calon yg bersaing.

“Sebagian besar wilayah rata-rata beberapa pasangan calon dari unsur partai, bahkan sembilan daerah terdapat pasangan calon tunggal,” ujar Masykurudin dalam diskusi di bilangan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (31/12/2016).

Maka dari itu, lanjut dia, pilihan masyarakat memilih calon yg mewakili aspirasinya menjadi semakin terbatas, karena jumlah pasangan calon yg bersaing masih di bawah standar.

“Minimnya jumlah pasangan calon memamerkan mampetnya keterwakilan rakyat dalam komposisi pasangan calon diseleksi kepemimpinan daerah. Semakin sedikit pasangan calon yg disediakan oleh partai politik, maka adu gagasan dan program semakin lenyap,” kata dia.

Dia menjelaskan, dalam Pasal 40 ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pilkada, disebutkan bahwa partai politik atau gabungan partai politik mampu mendaftarkan pasangan calon seandainya sudah memenuhi persyaratan perolehan paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi dewan atau 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilu anggota DPRD.

Jika mengacu pada pasal tersebut, maka sedianya ada empat hingga lima pasangan calon yg bersaing di sesuatu wilayah, atau dengan kata lain, semestinya ada sekitar 350 hingga 400 pasangan calon yg bersaing di 101 titik kabupaten kota dan provinsi.

Sementara itu, Dosen Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah M Afifuddin menilai, partai politik sebagai penampung aspirasi masyarakat justru menyandarkan elektabilitas dalam menentukan sosok pasangan calon yg mulai diusung. Elektabilitas itu berdasarkan hasil survei yg dikerjakan oleh sejumlah lembaga.

“Harusnya partai politik kalau milik mekanisme internal maka yakin diri saja dengan mekanisme internalnya, kalau milik kader terbaik dan milik kader yg secara organisasi dapat dilacak dan milik sisi kaderisasi yg baik segera saja didorong (maju mencalonkan diri),” kata dia.

Selain elektabilitas, partai politik juga milik penilaian yang lain dalam mengusung pasangan calon. Namun, penilaian ini bukan hal yg substansial seandainya dikaitkan dengan aspirasi masyarakat. Fatayat Nadlatul Ulama (NU), Siti Khofifah, menyampaikan, penilaian lainnya itu yakni faktor kepemilikan materi.

“Selama ini parpol masih pertimbangkan, pertama elektabilitas pasangan calon, kalau artis tenar segera direkrut, kedua persoalan kepemilikan modal,” kata dia.

Sumber: http://nasional.kompas.com
Terima kasih anda Telah Membaca Berita Tentang Pilkada Serentak Belum Merepresentasikan Aspirasi Masyarakat Silahkan Share Berita Ini Jika Memberi Manfaaat

loading...
Loading...