Perjuangan ‘Princess Leia’ Melawan Stigma Pada Pasien Gangguan Bipolar

Posted on
loading...

Jakarta, Carrie Fisher, pemeran Princess Leia dalam Star Wars saga, meninggal dunia di usia 60 tahun. Carrier diketahui meninggal di rumah sakit setelah dua hari sebelumnya mengalami serangan jantung.

Sejumlah nama besar Hollywood mengucapkan bela sungkawa dan mengaku sedih atas kepegian Carrie. Mulai dari Harrison Ford, lawan mainnya di Star Wars hingga sutradara George Lucas mengaku kehilangan sosok Carrie yg ceria dan kuat.

“Aku dan Carrie berteman sangat lama. Ia adalah aktris yg cerdas dan berbakat, seorang penulis dan komedian dengan kepribadian beragam yg sangat dicintai oleh orang-orang terdekatnya,” tutur George dikutip dari detikHot.

Baca juga: Gangguan Bipolar Tak Halangi Pria Ini Jadi Bintang Youtube

Bukan cuma karena tokoh Princess Leia yg membuat Carrier dikenal dan dicintai banyak orang. Carrie, mantan pecandu narkoba yg juga mengidap gangguan bipolar, aktif mengampanyekan penghapusan stigma negatif buat pasien gangguan jiwa melalui buku dan media sosialnya.

Melalui bukunya ‘Postcards From the Edge’ dan ‘Wishful Drinking’, Carrie menjelaskan bagaimana kecanduan narkoba dan gangguan bipolar mengubah hidupnya. Namun pengalaman-pengalaman tersebut dituliskan dalam bentuk komedi yg membuat orang yg membaca tidak ikut merasa sedih dan depresi.

Salah sesuatu contohnya adalah nama panggilan yg ia berikan buat fase manik dan depresi, beberapa fase yg dialami oleh pasien bipolar. Fase manik disebutnya sebagai Roy yg menggambarkan kesenangan dan suka cita. Sementara fase depresi ia sebut sebagai Pam, wanita yg cuma mampu pasrah dan menangis.

“Fase manik depresi membuatku tidak jarang salah mengambil keputusan. Fase manik membuatku merasa keputusan yg kuambil yaitu ide yg sangat hebat namun saat fase depresi muncul, saya mulai sangat menyesali keputasan itu,” ungkap Carrie dalam sebuah wawancara dengan ABC News.

Carrie fisher sebagai Princess LeiaFoto: Carrie Fisher sebagai Princess Leia

Lahir dari pasangan aktris Debbie Reynolds dan penyanyi Eddie Fisher, masa kecil Carrie sangat akrab dengan gemerlapnya Hollywood. Itu sebabnya sejak ia berusia remaja, Carrie telah mengenal bermacam-macam narkotika.

Pada usia 25 tahun, ia telah didiagnosis mengidap gangguan bipolar. Namun Carrie tidak yakin karena merasa dokter cuma kasihan dan ingin membuatnya merasa lebih baik karena ia seorang pecandu. Pemikiran ini membuatnya mengonsumsi semakin banyak narkotika buat meredakan fase maniknya.

Namun dengan pengobatan yg baik, lingkungan yg mendukung dan pemikirannya yg baik, Carrie berhasil keluar dari kecanduan narkotika. Ia pun sempat launching buku terbaru berjudul ‘The Princess Diarist’ dan kembali berakting di film terbaru Star Wars.

Baca juga: Lewat Foto Pengidap Gangguan Jiwa, Demi Lovato Kampanye Kesehatan Jiwa

Ia pun aktif mengampanyekan kesadaran soal gangguan bipolar dan gangguan jiwa lainnya lewat media sosial. Dibalut dengan humor, Carrie menuliskan bahwa pasien gangguan jiwa tak berbeda dengan orang yang lain dan masih dapat produktif serta beraktivitas dengan pengobatan yg tepat.

“Aku telah keluar dari seluruh itu. Aku mampu bilang bahwa saya yaitu pasien gangguan jiwa, dan saya tak malu. Aku berhasil melaluinya dan saya lebih baik dari saya yg dulu,” tutur Carrie.

Selamat jalan Carrie. May the force be with you.

(mrs/up)
Sumber: http://health.detik.com
Terima kasih anda Telah Membaca Berita Tentang Perjuangan ‘Princess Leia’ Melawan Stigma Pada Pasien Gangguan Bipolar Silahkan Share Berita Ini Jika Memberi Manfaaat

loading...
Loading...