BNP2TKI: Majikan Yang Siksa TKI Di Malaysia Harus Dihukum Berat

Posted on
loading...

JAKARTA, Akulagi.com – Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid mengecam penganiayaan terhadap TKI Suyanti oleh majikannya di Malaysia.

Ia mengatakan, Pemerintah Indonesia dan Malaysia tengah berupaya meningkatkan jaminan dan perlindungan untuk TKI.

Oleh karena itu, BNP2TKI mengupayakan proses hukum secara tegas terhadap majikan yg menganiaya Suyanti bagi mendapatkan hukum seberat-beratnya.

“Kami tentu mengutuk majikan yg telah menganiaya dan merendahkan martabat TKI kami Kita mulai selalu berkoordinasi dengan KBRI di Malaysia buat mengawal masalah ini agar pelakunya dihukum berat, dan TKI kami yg menjadi korban merupakan Suyanti mendapatkan keadilan,” kata Nusron Wahid, melalui informasi tertulisnya, Selasa (27/12/2016).

Menurut Nusron, Pemerintah Indonesia dan Malaysia dalam berbagai kesempatan terus meningkatkan kerja sama dan berkomitmen buat perlindungan TKI.

Oleh karena itu, aparat kepolisian Malaysia segera bergerak cepat dalam menangani masalah itu. 

Pada hari yg sama setelah TKI Suyanti ditemukan dalam keadaan babak belur akibat penyiksaan, Polisi Di Raja Malaysia segera menangkap majikan Suyanti dan menahannya.

“Pemerintah melalui KBRI telah melayangkan nota protes ke Malaysia. Kemudian kalian di BNP2TKI juga secepatnya menelusuri pihak-pihak yg memberangkatkan Suyanti ke Malaysia, siapa agennya, dan bagaimana jalurnya. Mereka harus ikut dimintai pertanggungjawabannya juga,” ujar Nusron.

Kasus TKI Suyanti ini mencuat pada 21 Desember 2016.

KBRI di Kuala Lumpur memperoleh keterangan soal penemuan TKI dalam kondisi tak sadarkan diri di dekat selokan di Jalan PJU 3/10 Mutiara Damansara.

Setelah menerima laporan tersebut, KBRI langsung merujuk TKI itu ke Rumah Sakit Pusat Perubatan Universiti Malaysia (RS PPUM) bagi mendapatkan perawatan intensif.

KBRI juga sudah melaporkan kejadian ini ke Kepolisian Malaysia.

Berdasarkan laporan itu, majikan pelaku penyiksaan sudah ditahan oleh Polisi Di Raja Malaysia (PDRM).

Dari hasil penelusuran KBRI, diketahui bahwa TKI korban penyiksaan bernama Suyanti binti Sutrino, umur 19 tahun, berasal dari Kisaran, Sumatera Utara.

Ketika dibawa ke RS, Suyanti dalam kondisi luka sekujur tubuhnya dan lebam kedua matanya karena penyiksaan.

Selama berada di Rumah Sakit, Satgas Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur selalu memberikan pendampingan.

Saat siuman, berdasarkan keterangan dari Suyanti, dia masuk ke Malaysia pada tanggal 7 Desember 2016 melalui Tanjung Balai-Port Klang.

Sesampainya di Port Klang, dia dijemput seorang agen bernama Ruby.

Pada 8 Desember 2016, Suyanti diantarkan ke rumah majikan, seorang wanita Melayu.

Baru sesuatu pekan bekerja, majikan akan menyiksa fisik Suyanti.

Puncaknya, pada 21 Desember 2016, Suyanti lari dari rumah majikannya itu, karena diancam memakai pisau besar oleh majikan perempuannya.

Kemudian, tanggal 25 Desember 2016, Suyanti diizinkan bagi meninggalkan RS dan ditampung di penampungan KBRI.

Untuk dua waktu ke depan, Suyanti juga masih harus menjalani rawat jalan.

Suyanti pun telah diberikan fasilitas komunikasi dengan keluarganya di Medan melalui sambungan telepon.

Namun, di hari yg sama, diperoleh keterangan bahwa pelaku sudah dibebaskan dengan jaminan.

KBRI sendiri sudah mengirim nota kepada Kemlu Malaysia guna mengatakan protes, serta keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut dan sekaligus meminta agar pelaku diberikan hukuman yg setimpal sesuai hukum Malaysia.

Sumber: http://nasional.kompas.com
Terima kasih anda Telah Membaca Berita Tentang BNP2TKI: Majikan yang Siksa TKI di Malaysia Harus Dihukum Berat Silahkan Share Berita Ini Jika Memberi Manfaaat

Kata Kunci Banyak Di Cari

berita ironis tki,
loading...
Loading...