Jaksa Korsel Pertimbangkan Penggeledahan Kantor Kepresidenan

Posted on
loading...

Seoul (Akulagi.com) – Jaksa tindak pidana khusus Korea Selatan yg menyelidiki keterlibatan Presiden Park Geun-hye dalam skandal korupsi, Minggu, menyatakan mempertimbangkan buat menggeledah kantor kepresidenan.

Jika pihaknya melakukan peggeledahan maka tak ada pilihan yang lain kecuali dikerjakan secara terbuka.

Jaksa pidana khusus sedang menyelidiki dugaan Park berkolusi dengan seorang temannya, Choi Soon-sil, dan ajudannya bagi menekan sejumlah perusahaan besar agar berkontribusi kepada yayasan yg diarahkan buat mendukung kebijakannya.

“Dalam perkara penggeledahan Gedung Biru…..untuk melaksanakannya, maka tak ada pilihan yang lain kecuali dikerjakan secara terbuka,” kata Lee Kyu-chul, seorang juru bicara tim kejaksaan tindak pidana khusus dalam pengarahan pers dengan merujuk pada kantor kepresidenan.

“Kami masih mempertimbangkan, apakah penggeledahan itu diperlukan atau tak dan seandainya diperlukan, maka harus jelas tujuannya,” ujarnya.

Park yg ayahnya pernah memerintah negeri ginseng itu selama 18 tahun setelah merebut kekuasaan melalui kudeta pada 1961 itu dinyatakan bersalah dalam pemungutan suara parlemen pada 9 Desember lalu.

Perempuan itu membantah melakukan pelanggaran, namun meminta maaf atas kecerobohannya dalam menjalin hubungan dengan Choi yg sedang menghadapi persidangan.

Pihak kejaksaan sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya butuh akses menuju kantor kepresidenan sebagai bagian dari penyelidikan mereka.

Namun pihak kantor kepresidenan menolak memberikan akses tersebut.

Park memiliki kekebalan dari tuntutan hukum selama dia masih menjabat, bahkan kalau pun kekuasaannya ditangguhkan sejak parlemen memakzulkannya.

Para pengunjuk rasa dengan jumlah massa besar, termasuk sekitar 200 remaja yg mengenakan kostum Sinterklas turun ke jalan di pusat Kota Seoul, Sabtu (24/12), bagi menggelar aksi minggu kesembilan yg menuntut presiden langsung mengundurkan diri.

Pada Sabtu (24/12) pagi, jaksa agung tindak pidana khusus memanggil Choi Soon-sil buat dimintai informasi atas dua tuduhan, termasuk suap dan penggelapan dana, demikian menurut pejabat kejaksaan.

Choi dan mantan ajudan kepresidenan pada November dahulu dituntut atas masalah penyalahgunaan wewenang dan penipuan.

Choi yg mengenakan seragam tahanan berwarna abu-abu dan mengenakan masker dibawa ke kantor kejaksaan tindak pidana khusus dari penjara tempat perempuan tersebut ditahan, digelandang oleh petugas keamanan penjara dari kerumunan awak media.

Perempuan itu tak menjawab pertanyaan wartawan atas tuduhan tersebut.

Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus bersama dengan tim besar penyelidikan mengambil alih penyelidikan tersebut dari kejaksaan negeri dan seperti menuntut peran Park dan pihak yang lain yg belum terindikasi dalam perkara itu.

Pemakzulan Park atas pelanggaran konstitusi sebagai kepala pemerintahan itu masih diajukan banding ke Mahkamah Konstitusi yg memerlukan waktu 180 hari dari pemakzulan pada tanggal 9 Desember 2016 buat menetapkan apakah keputusan parlemen tersebut sah atau mengembalikan jabatan kepresidenan kepada Park. Demikian laporan Reuters.

(UU.M038/G003)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sumber: http://www.antaranews.com
Terima kasih anda Telah Membaca Berita Tentang Jaksa Korsel pertimbangkan penggeledahan kantor kepresidenan Silahkan Share Berita Ini Jika Memberi Manfaaat

loading...
Loading...