NTT Pertahankan Model Kerukunan Beragama

Posted on
loading...

Kupang (Akulagi.com) – Perayaan Natal 2016 harus mendorong umat setempat tetap mempertahankan model kerukunan beragama di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai modal dasar kerukunan Bangsa Indonesia, kata Wakil Pastor Paroki St Yoseph Pekerja Penfui Kota Kupang RD Jonas Kamlasi, Pr.

“Bagaimanapun model kerukunan beragama di Nusa Tenggara Timur sudah menjadi modal dasar kerukunan Bangsa Indonesia,” ujarnya  saat memimpin misa malam Natal di Kupang, Sabtu.

Ia pun meminta seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) yg ada di NTT memasyarakatkan model kerukunan beragama sebagai modal dasar kerukunan Bangsa Indonesia.

Menurut dia, model kerukunan antar dan intraumat beragama “Yang Rukun Mengharum” di NTT sudah menjadi penyatu berbagai etnis dan agama di daerah kepulauan itu, sehingga terus tercipta suasana aman dan damai.

Ia menyampaikan dalam proses pergaulan atau asimilasi lainnya, antarumat beragama mampu saling memahami. Apalagi, tak ada satupun agama yg mengajarkan kekerasan dan menebar kebencian kepada umat lain.

Ketertutupan sikap bagi memberikan ruang kepada kelompok yang lain cuma mulai berujung pada sikap eksklusif, dan ia menilai, seandainya hal itu terjadi, maka kehidupan beragama yg harmoni mulai sulit dicapai.

“Dialog antarumat beragama harus selalu menggema. Kami upayakan melalui setiap FKUB di masing-masing kabupaten,” katanya, mengenai kegiatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Namun, ia mengatakan, dalam mengupayakan dialog tersebut, maka setiap kelompok umat beragama harus pula disiapkan buat menerima sejumlah hal pokok.

“Antara yang lain bahwa dalam dialog, maka setiap kelompok umat beragama harus bersedia mendengar penjelasan tentang kebenaran ajaran agama yang lain yg mereka klaim, bukan memotret dan memperbandingkannya dengan agamanya sendiri, dulu menghakiminya,” katanya.

Selain mengupayakan dialog antarumat beragama, ia menilai, maka perlu mengingatkan kembali umat tentang perlunya menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam beragama.

“Hak setiap umat adalah kebebasan memeluk suatu agama dan beribadah menurut agama dan kepercayaannya. Sementara setiap umat beragama juga wajib menghormati hak asasi manusia orang yang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sebagaimana ditetapkan undang-undang,” katanya.

Ia menambahkan, setiap umat beragama sebisa mungkin harus berupaya menjaga keseimbangan antara keharusan bersikap toleran dengan keteguhan memegang prinsip.

“Semangat beragama juga harus diimbangi dengan kemampuan memahami ajaran agama secara komprehensif,” demikian Jonas Kamlasi.

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sumber: http://www.antaranews.com
Terima kasih anda Telah Membaca Berita Tentang NTT pertahankan model kerukunan beragama Silahkan Share Berita Ini Jika Memberi Manfaaat

loading...
Loading...