Mahasiswa Unej Raih Medali Emas Di Taiwan

Posted on
loading...

Jember (Akulagi.com) – Tiga mahasiswa Universitas Jember (Unej), Jawa Timur, meraih medali emas dalam kegiatan “Kaohsiung International Invention and Design Expo” yg diselenggarakan di Kota Kaohsiung, Taiwan.

“Tiga mahasiswa program studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Teknologi Pertanian yakni Tri Angga Maulana, M Ali Firdaus dan Bagas Rizky Aldiano meraih medali emas karena membuat dan mengembangkan kopi luwak artifisial,” kata staf Humas dan Protokol Unej Iim Fahmi Ilman di Kantor Pusat Unej, Kamis.

Menurutnya “Kaohsiung International Invention and Design Expo” adalah kegiatan tahunan yg dimotori oleh World Invention Intellectual Property Association (WIIPA) dan kegiatan itu bertujuan buat mengangkat hasil-hasil temuan baru ke level internasional.

“Selain itu, kegiatan tersebut juga meningkatkan kerja sama antara penemu, menolong hak paten temuan baru, serta mendorong kaum muda khususnya kalangan mahasiswa buat aktif melakukan penelitian yg bisa menghasilkan penemuan baru,” tuturnya.

Organisasi WIIPA beranggotakan 23 negara di dunia termasuk Indonesia dan sebanyak 26 negara ikut ambil bagian dalam kegiatan “Kaohsiung International Invention and Design Expo” tahun 2016.

“Tahun ini Indonesia mengirimkan enam tim yg berasal dari Universitas Jember, Universitas Sumatera Utara, Universitas Mercu Buana Jakarta (dua tim), dan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta (dua tim),” katanya.

Ia menyampaikan ada tiga kategori yg dilombakan yakni temuan baru di bidang pertanian, kesehatan dan kendaraan bermotor, namun tim Unej ikut lomba kategori pertanian.

Mahasiswa peraih medali emas, Angga Maulana menyampaikan kopi luwak artifisial buatannya bersama beberapa temannya sebenarnya bukan yg pertama, namun yg membedakan kopi luwak artifisial kreasi mereka dengan yg yang lain adalah kadar cita rasa dan aromanya.

“Dari tes cita rasa dan aroma yg dikerjakan oleh Pusat Kopi dan Kakao Jember, kopi luwak artifisial kita mendapatkan nilai 85,25, sedangkan nilai cita rasa dan aroma kopi luwak yg asli adalah 86, jadi kopi buatan kita telah mirip dengan kopi luwak asli,” tuturnya.

Bermodal hasil tes cita rasa dan aroma tersebut, Angga dan kawan-kawan menetapkan mengikuti kegiatan “Kaohsiung International Invention and Design Expo” yg digelar di Taiwan.

Rekan lainnya M. Ali Firdaus menceritakan yang berasal mula bagaimana sampai mereka menemukan dan mengembangkan kopi luwak artifisial yg berawal dari fakta bahwa ada pro-kontra terhadap produk kopi luwak.

“Penyayang hewan tak setuju karena luwak dipaksa buat makan kopi, ada juga yg meragukan kebersihan dan kehalalan kopi luwak. Di sisi lain, harga kopi luwak sangat menjanjikan sehingga banyak yg berbisnis kopi luwak,” katanya.

Dari hasil penelitiannya, mereka coba menemukan cara mengolah kopi hingga cita rasa dan aromanya dapat semirip mungkin dengan kopi luwak yg asli, kuncinya bagaimana meniru keadaan lambung luwak ketika mencerna kopi.

“Alhamdulillah kalian menemukan formula bagaimana cara membuat kopi luwak artifisial. Resepnya tergantung pada tiga hal, yakni suhu ketika menggoreng, pemberian enzim protease yg tepat, serta pengadukan yg pas. Semuanya kita tiru dari keadaan lambung luwak ketika mencerna kopi,” ujarnya.

Sementara itu Rektor Unej M. Hasan memberikan apresiasi atas karya mereka dan berjanji mendukung pengembangan kopi luwak artifisial yg diciptakan tiga mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian.

“Kopi luwak artifisial karya Angga, Ali dan Bagas ini memiliki prospek bagi dipasarkan sebagai produk unggulan, sehingga Unej bersedia memberikan dukungan dana buat penelitian lanjutan, atau produksi dan pemasarannya,” ucap Rektor Unej beberapa periode itu.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sumber: http://www.antaranews.com
Terima kasih anda Telah Membaca Berita Tentang Mahasiswa Unej raih medali emas di Taiwan Silahkan Share Berita Ini Jika Memberi Manfaaat

Kata Kunci Banyak Di Cari

contoh teks editorial tentang kasus ahok,penemu squishy,siapa penemu squishy,
loading...
Loading...