Ini Yang Perlu Dipahami Orang Tua Sebelum Daftarkan Anaknya Les Bela Diri

Posted on
loading...

Jakarta, Agar tumbuh kembang anak optimal, orang tua tidak cuma memberikan asupan yg tepat, tapi juga membiasakan mereka melakukan aktivitas fisik. Salah sesuatu yg jadi pilihan adalah bela diri.

Bela diri menjadi pilihan orang tua agar anak juga mampu melindungi dirinya sendiri. Laporan terbaru dari American Academy of Pediatrics mengakui beragam macam bela diri yg dipelajari anak-anak, seperti karate, taekwondo dan judo memang bisa memberikan sejumlah manfaat buat mereka, akan dari menjaga kebugaran, meningkatkan skill motorik serta melatih ketahanan emosional.

Kendati demikian, orang tua juga harus tahu bahwa kegiatan ini pun berisiko. Secara umum, cedera yg dapat ditemukan pada mereka adalah luka memar dan keseleo.

“Tetapi ada macam bela diri tertentu yg lebih berisiko dari lainnya,” pesan peneliti, Dr Chris Koutures seperti dilaporkan CBS News.

Koutures mencontohkan seni bela diri campuran (mixed martial arts atau MMA) yg memperbolehkan semua macam serangan, baik tendangan maupun pukulan. Anak yg berlatih bela diri ini berisiko mengalami gegar otak, tercekik, kerusakan tulang belakang, pecahnya pembuluh darah, maupun cedera di kepala dan leher.

“Apalagi seandainya mereka diminta bagi sparring atau duel sesuatu sama lain,” lanjutnya.

Adapun gerakan-gerakan yg kadang dipakai ketika sparring dan memicu risiko pada pemainnya antara yang lain tendangan ke kepala, kepala berulang kali terdorong ke lantai atau gerakan memiting.

Jumlah cederanya bervariasi, merupakan mencapai 41-133 kali buat tiap 1.000 kali gerakan bela diri, bergantung pada macam bela dirinya. “Helm dan penutup wajah maupun mulut juga tak terbukti mampu melindungi mereka,” lanjutnya.

Baca juga: Tak Hati-hati, Main di Playground Tingkatkan Risiko Trauma Otak pada Anak

Dengan adanya laporan ini, peneliti bukannya melarang orang tua bagi membiarkan anaknya berlatih bela diri. Mereka cuma berharap orang tua bijak dalam memilih macam bela diri yg tepat buat anak mereka.

Kalaupun tetap diberi pelatihan bela diri, usahakan agar anak tak terlibat dalam duel atau mengikuti kejuaraan sampai fisiknya telah lebih kuat dan emosi mereka telah lebih stabil.

Peneliti juga meminta agar salah sesuatu ketentuan dalam bela diri taekwondo dihapuskan, di mana pemain memperoleh poin ekstra bila berhasil menendang kepala lawan karena mampu meningkatkan risiko gegar otak.

Terlepas dari itu, peneliti tetap khawatir pada anak-anak cuma karena mereka suka atau kerap menonton tayangan MMA di televisi. Sebab cuma dengan menonton saja, hal ini mulai mendorong mereka bagi menirukan gerakannya dulu memicu risiko cedera pada diri mereka.

Baca juga: Terlalu Sering Menyundul Bola Bikin Anak Lebih Berisiko Alami Gegar Otak (mrs/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Terima kasih anda Telah Membaca Berita Tentang Ini yang Perlu Dipahami Orang Tua Sebelum Daftarkan Anaknya Les Bela Diri Silahkan Share Berita Ini Jika Memberi Manfaaat

Kata Kunci Banyak Di Cari

angket harga diri coopersmith,cara mengetahui sio,cara mensucikan diri dari alkohol,disebut apa sikap memperbaiki diri,indra lesmana gantung diri,meningkatkan kualitas diri pria,sikap memperbaiki diri di sebut,
Loading...
loading...