Fadli Zon: Pergantian Ketua DPR Di Rapat Paripurna Cukup Oleh Dua Pimpinan

Posted on
loading...

JAKARTA, Akulagi.com — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon menganggap proses pergantian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dari Ade Komarudin ke Setya Novanto mulai berjalan lancar.

Menurut Fadli, Ade sudah menyatakan bersiap mematuhi keputusan DPP Partai Golkar selaku pihak yg mengusulkan pergantian tersebut.

Fadli menambahkan, meskipun pekan ini cukup sulit bagi mengumpulkan kelima pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat sekaligus di meeting paripurna bagi menentukan pergantian Ketua DPR, hal itu tak mulai menghalangi permohonan yg diajukan Fraksi Partai Golkar.

“Untuk mengesahkan pergantian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat di pertemuan paripurna, cukup dipimpin beberapa pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat saja,” ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

“Jadi, meskipun kelima pimpinan DPR, termasuk Pak Ade, tak hadir, tetap dapat diputuskan,” kata dia. 

Ia pun mengatakan, ketika ini seluruh aspek terkait pergantian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat sudah dikaji oleh DPR. Karena itu, seluruh proses hukum terkait permohonan pergantian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dinyatakan sah dan mampu diproses di meeting paripurna.

“Semua proses yg substansial telah selesai, seperti proses di aspek hukumnya itu telah sah. Tinggal prosedural dan seremonialnya saja, apalagi proses politik juga telah selesai dengan sikap ikhlas Pak Ade yg menerima usulan partainya,” tutur Fadli.

(Baca juga: Akom dan Golkar Masih Tak Sependapat soal Proses Pergantian Ketua DPR)

Rapat Pleno DPP Partai Golkar yg menetapkan Novanto kembali menjadi ketua Dewan Perwakilan Rakyat dikerjakan pada Senin (21/11/2016) lalu.

Keputusan DPP pun mendapat dukungan Dewan Pembina, yg sebelumnya meminta penundaan pergantian ketua DPR.

Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan, keputusan ini diambil dengan mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi terkait masalah “Papa Minta Saham” yg menyeret nama Novanto.

Keputusan MK tersebut dikuatkan dengan keputusan Mahkamah Kehormatan Dewan Dewan Perwakilan Rakyat RI yg tak pernah menjatuhi hukuman buat Novanto.

Adapun Novanto mundur dari kursi ketua Dewan Perwakilan Rakyat pada Desember 2015 dulu karena tersangkut perkara “Papa Minta Saham”. Novanto dituding mencatut nama Jokowi bagi meminta saham dari PT Freeport Indonesia.

Kompas TV Ade Komarudin Menerima Putusan Partai Golkar Soal Posisinya

Sumber: http://nasional.kompas.com
Terima kasih anda Telah Membaca Berita Tentang Fadli Zon: Pergantian Ketua DPR di Rapat Paripurna Cukup oleh Dua Pimpinan Silahkan Share Berita Ini Jika Memberi Manfaaat

Kata Kunci Banyak Di Cari

MK rekaman hp dilarang,
Loading...
loading...