Revisi UU ITE Buat Netizen Makin Cerdas

Posted on
loading...

Jakarta (Akulagi.com) – Praktisi media sosial independen Enda Nasution menilai revisi revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau yg lebih dikenal sebagai UU ITE tak memiliki banyak pengaruh pada kebebasan berpendapat di media sosial.

“Aktivitas netizen di media sosial, aku optimis mulai selalu makin cerdas dan membaik karena masyarakat Indonesia dapat belajar dari kesalahan-kesalahan maupun perkara yg telah terjadi,” kata Enda melalui pesan singkat, Senin (28/11).
Sejak 2008, berdasarkan data Safenet, ada 169 masalah yg dilaporkan dengan memakai UU ITE, antara yang lain perkara Prita Mulyasari pada 2008, perdebatan pengacara Farhat Abbas dengan musisi Ahmad Dhani di Twitter (2014), Florence yg menghina kota Yogyakarta (2014), perkara aktivis Haris Azhar pada Agustus dulu hingga yg terbaru Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama yg dilaporkan ke kepolisian oleh sejumlah kelompok masyarakat. 
Enda yg juga kerap disebut “Bapak Blogger Indonesia” tersebut menilai revisi UU ITE tak banyak berpengaruh pada kebebasan berekspresi di dunia maya.
“Revisi ini menurut aku tak milik pengaruh banyak, tak memperbaiki, tetapi juga tak tambah menekan,” kata dia.
Revisi tersebut menurut Enda yaitu kemajuan dari UU ITE bila dilihat dari sisi perlindungan kepada korban pencemaran nama baik, meski belum ideal.
Yang ideal, menurut Enda, seperti sistem di negara lain, yg memasukkan kasus pencemaran nama baik ke hukum perdata sehingga yg bersalah dikenai sanksi administratif berupa denda.
Sementara di Indonesia, UU ITE merujuk pada hukum pidana yg ditangani negara melalui lembaga kepolisian dan jaksa.

Editor: Ida Nurcahyani

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sumber: http://www.antaranews.com
Terima kasih anda Telah Membaca Berita Tentang Revisi UU ITE buat netizen makin cerdas Silahkan Share Berita Ini Jika Memberi Manfaaat

loading...
Loading...