Alat Pengasap Ikan Tanpa Asap

Posted on
loading...

Terbayang bagaimana pengasapan ikan? Asap pekat memenuhi ruangan sehingga mata menjadi perih dan debu yg bertebaran di mana-mana.

Alat pengasap ikan ramah lingkungan bernama Gibara sekilas berbentuk seperti lemari pendingin.

Sang kreator, Stedi Yoga Santosa, menjelaskan bahwa alat pengasap ikan ini lebih ramah lingkungan karena tak ada asap tebal yg keluar selama pengasapan serta menghasilkan produk tambahan berupa asap cair serta minyak.

Hasil produk tambahan berupa asap cair dan minyak itu mampu dimanfaatkan sebagai bahan pengawet makanan, pengawet kayu, pembasmi hama tanaman, dan bahan penggumpal karet.

“Karena alatnya berbahan stainless steel dan pengasapannya tertutup, hasil ikan asap lebih bersih dan lebih steril dibanding memakai metode pengasapan secara tradisional,” katanya.

Kematangan ikan asap lebih merata, pengasapan lebih cepat, penggunaan bahan bakar berupa sabut dan tempurung kelapa lebih efisien, serta gampang dalam pengoperasian dan perawatan.

“Ikan yg mulai diasapi disusun pada rak pengasap dengan digantung atau disusun sejajar, kemudian tutup pintu ruang chamber pengasap serta nyalakan kondensator dan api pada bahan bakar di tungku pengasap, sedangkan suhu pengasapan berkisar 50 sampai 70 derajat Celcius,” ujarnya.

Bahan bakar pengasap mampu berupa sabut atau tempurung kelapa, pelepah daun kelapa atau potongan macam kayu keras.

Menurut dia, pengasapan ikan membutuhkan waktu 1,5 hingga 2 jam atau disesuaikan dengan kebutuhan tingkat kematangan serta macam ikan.

“Tambahan produk asap cair dan minyak dapat mencapai setengah liter dalam setiap pengasapan ikan,” katanya.

Asap cair dihasilkan melalui kondensasi pada alat pengasap ikan ketika pengasapan berlangsung.

“Asap panas keluar dari kotak pengasap melalui pipa menuju tabung kondenser yg mulai dikondensasi atau pengembunan, dan hasilnya berupa asap cair dan minyak ikan selanjutnya ditampung pada tabung yg sudah disediakan, sedangkan asap yg tak terproses mulai dialirkan kembali ke dalam kotak pengasap,” ujarnya.

Kalau dikemas memakai plastik kedap udara, kata dia, ikan asap produksi alat pengasap ikan mulai bertahan hingga 2 atau 3 bulan dan ini dinilai sangat menguntungkan.

Ketua Klaster Bandeng Kota Semarang Petrus Sugiyanto mengaku berminat memakai alat pengasap ikan ini dalam industri pengasapan ikan yg dikelolanya.

“Selaku pelaku pengolahan ikan, kalian menilai alat pengasap ikan ini tepat guna karena tak menimbulkan pencemaran lingkungan berupa asap yg mengganggu sekali, biasanya asap masih ke mana-mana dan di Jateng belum ada alat seperti ini,” ujarnya.

Ia mengungkapkan kelemahan pengolahan ikan asap secara tradisional adalah kurang higienisnya hasil ikan asap karena faktor sarana pengasapan, penggunaan bahan bakar kayu yg besar sehingga boros, kematangan ikan asap tak merata.

Selain itu, membutuhkan tempat pengasapan yg luas. Dari segi kesehatan, bisa mengganggu kesehatan mata, pernapasan, dan kulit, serta lingkungan di sekitar tempat pengolahan menjadi tercemar asap.

Petrus berpendapat bahwa alat pengasap ikan yg hak patennya sudah diajukan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia ini dapat dipakai oleh segala pelaku UMKM di bidang pengasapan ikan yg rata-rata memproduksi ikan asap 100 s.d. 150 kilogram per hari.

Apalagi, kata dia, harga alat pengasap ikan cukup terjangkau untuk kalangan pelaku UMKM yg tersebar di Jateng.

Alat pengasap ikan dengan kapasitas produksi 100 kg dijual dengan harga Rp25 juta, sedangkan yg berkapasitas 25 kg cuma dijual Rp12 juta.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Tengah Tegoeh Wynarno Haroeno meminta pemerintah provinsi setempat bagi mengembangkan sekaligus memproduksi massal alat pengasap ikan yg ramah lingkungan.

“Alat pengasap ikan ini yaitu salah sesuatu penemuan fenomenal sebab memiliki banyak keunggulan dibanding alat yg telah ada sebelumnya,” katanya.

Ia merasa optimistis alat pengasap ikan mulai disambut baik oleh para pelaku UMKM di bidang pengasapan ikan dari berbagai daerah.

“Ini sesuai dengan apa yg diinginkan Bapak Gubernur (Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, red.) supaya pemerintah mampu menolong pelaku UMKM, terutama di bidang pengasapan ikan,” ujarnya.

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sumber: http://www.antaranews.com
Terima kasih anda Telah Membaca Berita Tentang Alat pengasap ikan tanpa asap Silahkan Share Berita Ini Jika Memberi Manfaaat

Kata Kunci Banyak Di Cari

http://akulagi com/Berita-cara-membuat-gantungan-kunci-ikan-dari-sedotan,cara guna ikan tempel,tutorial membuat tas tali kur mode sisik,cara membuat gantungan kunci bentuk ikan dari tali kur,cara membuat tas konyen rotan,cara membuat gantungan kunci dari slang,cara membuat bakso ikan gabus download,cara memasukan ikan di fish tank growtopia,cara mengunakan iwak tempel,cara membuat tas tali kur motif es delapan,
Loading...
loading...