Kurang Asupan Susu, Adakah Dampaknya?

Posted on
loading...

Jakarta, Selain pemenuhan nutrisi yg belum seimbang, masyarakat Indonesia juga kurang minum susu. Padahal dalam konsep makanan 4 sehat 5 sempurna atau yg sekarang dikenal dengan gizi seimbang, susu adalah nutrisi penyempurna.

Berdasarkan data statistik konsumsi susu nasional pada tahun 2012, konsumsi susu Indonesia cuma 14,6 liter/kapita/tahun. Dari angka ini telah kelihatan bahwa Indonesia masih ‘tertinggal’ bila dibandingkan dengan negara tetangga.

Di antaranya Malaysia dan Filipina di mana konsumsi susunya mencapai 22,1 liter/kapita/tahun; Thailand 33,7 liter/kapita/tahun; atau India yg mencapai 42,08 liter/kapita/tahun.

Bahkan dari rilis terakhir yg diungkapkan ahli pangan IPB, Prof Dr Aman Wirakartakusuma, konsumsi susu Indonesia di tahun 2016 menurun hingga tinggal 7,7 liter/kapita/tahun

“Padahal di negara-negara maju salah sesuatu kebiasaannya selain olahraga sejak primary (sekolah dasar, red) adalah minum susu,” tegas dr Rachmad Wishnu Hidayat, SpKO dalam Media Workshop ‘Milk as Supporter of Your Active Lifestyle’ bersama Greenfields di Hotel Santika Malang baru-baru ini.

Baca juga: Agar Tulang Kuat dan Tak Rapuh, Perlukah Minum Susu Setiap Hari?

Pria yg akrab disapa dr Wishnu ini menambahkan, banyak penelitian di Barat yg mengungkap kerugian dari kurang mengonsumsi susu. Pertama, kaitannya dengan pencapaian kebutuhan kalsium harian. Pada orang dewasa yg aktif, kebutuhan kalsiumnya mencapai 1.000-1.200 mg/hari.

“Sementara dari asupan kalian kalau tanpa susu ternyata cuma terpenuhi sekitar 400-600 mg saja,” urainya.

Di sisi lain, bila disiasati dengan memperbanyak konsumsi ikan dan sayur buat memenuhi kebutuhan kalsium, faktor yang lain biasanya mulai menghambat, akan dari tidak ada waktu bagi membeli, menyiapkan hingga mengonsumsi makanan tersebut, serta faktor cost atau harga yg harus dibayar.

Kedua, kaitannya dengan kesehatan tulang, apalagi bagi wanita. dr Wishnu mengatakan, kurang mengonsumsi susu berakibat pada munculnya risiko berkurangnya kepadatan tulang.

“Puncak kepadatan tulang itu di umur 30. Setelah umur 30 itu tulang susah memadat kembali, dan kalau telah tak padat, maka saat nanti menopause, buat wanita, risiko osteoporosisnya mulai lebih tinggi,” jelasnya lagi.

Risiko yang lain yg dihadapi akibat kurang minum susu adalah risiko patah tulang di sendi pergelangan tangan, panggul, pergelangan kaki, terutama pada usia lanjut; serta berkurangnya asupan protein hewani yg dibutuhkan oleh tubuh semisal bagi memperbaiki jaringan sel yg rusak.

Baca juga: Ingat Ya! Susu Adalah Pelengkap Menu, Bukan Pengganti Makanan(lll/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Terima kasih anda Telah Membaca Berita Tentang Kurang Asupan Susu, Adakah Dampaknya? Silahkan Share Berita Ini Jika Memberi Manfaaat

Kata Kunci Banyak Di Cari

filem kurang garem,foto mermaid kelihatan payudara,merk susu yg direkomendasikan ivan gunawan,susu yg direkomendasikan ivan gunawan,download bokep anak sd susu gede,waptrik cara pijat kolam susu dengan teratur,dolowd vidio remes susuya,cerita abg smp menyusui tuyul,cara memperpanjang tokek,bigo live smp pamer dada unduh,
Loading...
loading...