Fidel Castro Di Mata Sahabat Dan Musuh-musuhnya

Posted on
loading...

Jakarta (Akulagi.com) – Mantan pemimpin Kuba Fidel Castro yg berkuasa di negara ini sejak revolusi 1959 dan mengubah Kuba menjadi negara komunis semasa lima dekade berkuasa di Kuba, meninggal dunia pada usia 90 tahun, umum televisi Kuba seperti dikutip Reuters.

Berikut pendapat para sahabat dan musuh-musuh Fidel Castro:

– “Castro seperti diktator Amerika Latin pada umumnya, seorang tiran yg haus kekuasaan dan kenikmatan pribadi semata. Ambisinya jauh melewati batas dirinya sendiri.” – Mantan Presiden AS John F. Kennedy dalam “The Quotable Mr. Kennedy” karya Gerald C. Gardner pada 1962.

– “Fidel, buat saya, adalah seorang guru besar.  Orang bijak yg tidak boleh mati; orang sepertti Fidel tak mulai pernah mati karena dia mulai terus menjadi bagian dari rakyat” – Mantan Presiden Venezuela Hugo Chavez pada sebuah pidato Januari 2007.

– “Fidel Castro sudah membunuh rakyat Amerika secara ilegal dan itu salah. Dan aku bangga kalian sudah memblokade orang yg sudah membunuh orang-orang Amerika tidak berdosa.” – Mantan Presiden AS Bill Clinton, pada 1996, setelah Kuba membunuh empat warga negara AS saat menembak jatuh beberapa pesawat sipil punya sebuah perusahaan Kuba-Amerika yg mengagitasi pemerintah Castro dan berulang kali terbang di atas wilayah udara Kuba.

– “Sejak awal, revolusi Kuba sudah menjadi sumber inspirasi bagi seluruh yg menghargai kebebasan. Kami mengagumi pengorbanan rakyat Kuba dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan mereka di depan imperialis ganas yg sudah mengorkestrai kampanye menghancurkan kekuatan mengagumkan revolusi Kuba. Hidup Revolusi Kuba! Hidup kamerad Fidel Castro!” – Mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela dalam pidato Juli 1991.

– “Saya terkenang pada laporan Herbert Matthew menyangkut Castro sebelum dia berkuasa yg menyebut dia demokrat dan harapan Kuba. Dan buat sebagian Anda yg terlalu muda buat mengingat itu, bahkan rakyat negeri kami, tak mulai menyebut dia George Washington-nya Kuba karena George pasti bangkit dari kuburnya karena marah.” – Mantan Presiden AS Ronald Reagan pada 5 Maret 1986.

– “Fidel Castro ada di sana bagi menang. Prilakunya menentang kekalahan, bahkan pada aksi sehari-hari paling minimal sekalipun, dianggap mematuhi logika privat: dia bahkan tak mengakui ini, dan tak milik semenit pun buat damai sampai berhasil membalikkan makna-makna dan mengonversinya menjadi kemenangan.” – Sastrawan peraih Nobel Gabriel Garcia Marquez, menulis dalam Granma pada hari ulang tahun ke-80  Castro.

– “Hal terbaik yg diwariskan Fidel Castro kepada kami adalah pelajaran bahwa kami tak menginginkan ada Fidel Castro-Fidel Casro baru di Kuba. Pelajaran itu adalah bahwa orang seperti itu berakhir buat diserap segala bangsa, akhirnya dianggap perwujudan tanah airnya, dan akhirnya merenggut begitu saja kebangsaan kita. Pelajaran dari Fidel Castro adalah tak boleh ada lagi Fidel Castro. Ada orang yg menyanjung dia, tapi menyanjung dia karena apa yg mereka pikirkan tentang dia, bukan siapa dia sebenarnya. Bertahan lama dalam kekuasaan adalah sungguh tak baik.” – Bloger Yoani Sanchez kepada Reuters pada Mei 2014.

– “Apa pun yg kami pikirkan tentang dia, dia mulai menjadi faktor besar dalam pembangunan Kuba dan kemungkinan besar di Amerika Latin secara umum. Dia sepertinya jujur. Dia mampu saja naif sekali menyangkut komunisme atau di bawah disiplin komunis, tebakan aku adalah yg pertama, dan sebagaimana telah aku siratkan, gagasan-gagasannya mengenai bagaimana menjalankan sebuah pemerintahan atau perekonomian adalah lebih terbelakangan dibandingkan dengan hampir segala orang yg aku temui di 50 negara.” – Richard Nixon, yg kemudian menjadi wakil presiden AS, dalam sebuah  memorandum menyusul tiga jam rapat dengan Castro pada 19 April 1959.

– “Pada 18 Desember 1956, Fidel dan aku berada di kaki bukit Sierra Maestra, di sebuah tempat yg disebut Cinco Palmas. Setelah pelukan pertama dia pertanyaan yg keluar dari mulut dia adalah ‘Berapa senjata yg kamu punya?’ Saya jawab lima. Dan dia menimpali, “Saya milik dia. Jadi telah ada tujuh. Sekarang kalian mampu menang perang.” – Raul Castro dalam buku tahun 2009 “This is Fidel” karya Luis Baez.

– “Saya tidak cepat berbagung dengan sebuah revolusi melawan tiran, tapi Fidel mengejutkan aku karena dia orang yg luar biasa hebat…Dia memiliki keyakinan hebat yg kalian wariskan kepada Kuba (dari Meksiko) yg kita datangi. Begitu kalian datang kita bertempur. Dan begitu kalian bertempur kalian menang. Saya berbagi optimismenya. Saya harus bertempur, berhasil. Berhenti menangis dan bertempurlah.” — Ernesto “Che” Guevara, dalam sebuah surat kepada orang tuanya, 1955.

– “Orang dengan karisma besar. Dia berani, Fidel Castro. Seorang politisi, dengan kepalan besi. Dia tetap kuat. Dia menyeret sahabatnya ke depan regu tembak. (Jika itu saya) Saya mulai menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada sahabatnya itu atau mengusirnya dari negeri itu, tetapi Castro malah menembak mati sahabatnya tersebut.” – Bekas diktator militer Chile Jenderal Augusto Pinochet, merujuk perlakuan Castro terhadap Jenderal Arnaldo Ochoa, yg dieksekusi mati atas tuduhan pengkhianatan pada Juli 1989.

– “Dia mulai meminta kalian menempatkan meriam di sini, memindahkan tank di sana. Dari mana harus menyerang, bagaimana melakukannya, dan lain-lain. Dia memiliki itu seluruh di jari tangannya. Dan keseringannya dia betul.”  -Menteri Pertahanan Leopoldo Cintra Frias, merujuk instruksi Fidel di Havana pada 1996 bagi Perang Angola.

– “Pada masa saat hampir semua dunia komunis mendekat ke demokrasi, Fidel Castro malah melawan opini publik dan menolak menerima perubahan atau apa pun yg dianggap perestroika atau demokrasi… Sebagai filsuf besar, dia menegaskan bahwa hal-hal material itu adalah sementara, buat dua hal secara maya memang tak ada hal material di Kuba.” – Sastrawan Kuba di pengasingan Reinaldo Arenas, dalam tulisan esai sebelum kematiannya pada 1990 dan dipublikasikan oleh koran Spanyol El Pais pada 2006.

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sumber: http://www.antaranews.com
Terima kasih anda Telah Membaca Berita Tentang Fidel Castro di mata sahabat dan musuh-musuhnya Silahkan Share Berita Ini Jika Memberi Manfaaat

Kata Kunci Banyak Di Cari

argumen lagu dia anji,not pianika untuk mengawali lagu,tandanya kita sudah di folback,
Loading...
loading...