Pasal Yang Disangkakan Terhadap Buni Yani Dinilai Multitafsir

Posted on
loading...

JAKARTA, Akulagi.com – Dekan Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Agus Surono, menilai pasal yg disangkakan terhadap Buni Yani tak tepat.

Buni Yani dijerat Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tentang penyebaran keterangan yg ditujukan bagi menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA.

Ia dijerat lantaran mengunggah potongan video pidato Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Kepulauan Seribu pada akhir September lalu, yg isinya kemudian diduga sudah menistakan agama.

Menurut Agus, Buni Yani tak memiliki maksud dan tujuan menyebarkan video kepada khalayak umum.

“Buni Yani cuma ingin mengajak diskusi teman-teman atau lingkaran komunitas di laman Facebook pribadinya,” ujar Agus di Universitas Al Azhar, Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Ia mengatakan, maksud dari tindakan Buni Yani itu bisa dilihat pada testimoni dari video yg diunggahnya ketika itu.

“Makanya, Buni Yani memakai tanda tanya di situ (caption video, “Penistaan Agama?”),” ujar Agus.

Ia menambahkan, semestinya kepolisian juga lebih berhati-hati dalam menyangkakan Buni Yani. Apalagi, menjeratnya dengan Pasal 28 Ayat 2 UU ITE.

Menurut Agus, pada frasa yg berkaitan dengan persoalan penyebarluasan yg menimbulkan rasa kebencian dan berkaitan dengan persoalan SARA pada pasal tersebut tafsirannya sangat luas.

Sehingga, mulai sangat sulit buat dibuktikan adanya tindak pidana yg dilakukan.

“Ini harus benar-benar dibuktikan, apakah betul yg dia sampaikan itu kemudian menimbulkan akibat perbuatan untuk pihak-pihak yang lain buat melakukan rasa benci terhadap suatu kelompok atau individu maupun golongan tertentu,” kata dia.

Adapun Pasal 28 ayat 2 UU ITE berbunyi, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan keterangan yg ditujukan bagi menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Kompas TV Polisi tetapkan Buni Yani sebagai tersangka

Sumber: http://nasional.kompas.com
Terima kasih anda Telah Membaca Berita Tentang Pasal yang Disangkakan terhadap Buni Yani Dinilai Multitafsir Silahkan Share Berita Ini Jika Memberi Manfaaat

Loading...
loading...