Demokrat Minta Pemerintah Tak Berlebihan Tanggapi Isu Makar

Posted on
loading...

JAKARTA, Akulagi.com – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan meminta agar pemerintah tak reaktif dalam merespons isu makar.

Menurut Syarief, respons yg terlalu berlebihan justru mengakibatkan masyarakat tak tenang.

“Kalau kalian lihat statement para pembantu Presiden soal makar kan berbeda, statement Kapolri berbeda dengan statement Menhan (Menteri Pertahanan). Jadi sebenarnya tidak perlu dilebihkan. Nanti mengakibatkan rakyat tak tenang,” ucap Syarief.

(baca: Jokowi Mengaku Tak Khawatir Upaya Makar)

Ia menambahkan, seandainya nantinya rakyat merasa tak tenang, tentunya mulai mengganggu kegiatan sehari-hari mereka. Hal itu juga mulai berimbas pada perekonomian negara.

Syarief menuturkan, pemerintah sebaiknya mendalami terlebih lalu keterangan intelijen terkait adanya makar.

(baca: Panglima TNI Yakin Kapolri Tidak Asal Bicara soal Dugaan Makar)

Sebagai anggota Komisi I DPR, ia mengaku belum mendapat keterangan tersebut dari pihak intelijen.

“Intinya masyarakat jangan dibuat tak tenang karena nanti memengaruhi perekonomian dan selainnya juga,” papar Syarief.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya mengatakan, Polri mulai menjaga ketat aksi 25 November 2016 dan 2 Desember 2016. Pasalnya, aksi itu berpotensi pada upaya penggulingan pemerintahan.

(baca: Kapolri Sebut Ada Upaya Makar pada Aksi 25 November)

Tito mengaku mendapat keterangan bahwa ada “penyusup” di balik aksi demo tersebut dan mulai menduduki gedung parlemen Senayan, Jakarta.

“Kalau itu bermaksud buat menjatuhkan atau menggulingkan pemerintah, termasuk pasal makar,” ujar Tito dalam konfersi pers di Jakarta, Senin.

(baca: Kapolri Sebut Ada Rapat bagi “Kuasai” Dewan Perwakilan Rakyat pada Aksi 25 November)

Tito mengatakan, berdasarkan undang-undang, menguasai gedung pemerintahan yaitu salah sesuatu pelanggaran hukum.

Terlebih lagi, Tito mendapat keterangan bahwa ada sejumlah meeting terkait upaya menguasai DPR.

 

Rencana aksi unjuk rasa tersebut masih terkait proses hukum terhadap Gubernur nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yg dituduh menista agama.

Tito menegaskan bahwa proses hukum terhadap Ahok tetap berjalan di Bareskrim Polri. Dengan demikian, tidak perlu lagi dikerjakan aksi unjuk rasa.

 

(baca: Polri: Belum Ada Urgensi Menahan Ahok)

Jika tetap dilakukan, maka patut dicurigai bahwa aksi tersebut tidak lagi murni bagi penegakan hukum.

“Kita udah mampu info, ini bukan persoalan proses hukum lagi. Tapi ada upaya agenda politik lain, di antaranya upaya makar,” kata Tito.

Kompas TV PDIP: Ancaman Makar itu Ada- Satu Meja

Sumber: http://nasional.kompas.com
Terima kasih anda Telah Membaca Berita Tentang Demokrat Minta Pemerintah Tak Berlebihan Tanggapi Isu Makar Silahkan Share Berita Ini Jika Memberi Manfaaat

Kata Kunci Banyak Di Cari

bts v pamer punggung mama 2016,
Loading...
loading...