BNN Ungkap Kasus Pencucian Uang Rp153 Miliar

Posted on
loading...

Jakarta (Akulagi.com) – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebesar Rp153 miliar dari hasil kejahatan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).

“Kasus TPPU tersebut dikerjakan oleh tersangka Murtala (33) yg terkait dengan jaringan M. Nasir dan Abdullah yg diduga kuat melakukan pencucian uang hasil kejahatan narkoba,” kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari di Jakarta, Kamis.

Murtala ditangkap pada tanggal 19 November 2016 di Medan ketika ia mulai melakukan perjalanan ke Malaysia. Tersangka diduga kuat menerima uang hasil penjualan narkotika melalui transfer antar bank dari para pembeli narkotika yg sedang mendekam di sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) merupakan Darkasih, M. Irsan dan Samsul Bahri, katanya.

“Untuk menghilangkan jejak dan menghindari pantauan tim penyidik BNN dan PPATK, Murtala melakukan transfer dana dengan memakai fasilitas Real Time Gross Settlement (RTGS) atau sistem transfer dana elektronik yg penyelesaian setiap transaksinya dikerjakan dalam waktu seketika ke rekening atas nama istrinya sebesar kurang lebih Rp1,2 miliar,” kata Arman.

Selanjutnya rekening istrinya tersebut digunakan sebagai transaksi jual beli narkotika baik dari agen maupun ke bandar bernama Muzakkir yg yaitu seorang narapidana di Lapas Tanjung Gusta, katanya.

“Diketahui Muzakkir ini juga termasuk dalam jaringan M. Nasir dan Abdullah. Antara mereka tak saling kenal sesuatu sama yang lain dan itu yaitu ciri dari kejahatan narkotika dengan sistem sel,” kata Arman.

Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa Murtala yaitu seorang residivis perkara narkotika dengan vonis hukuman lima tahun dan tahun 2012 yg bersangkutan sudah bebas, katanya.

“Keluar dari penjara, Murtala masih terlibat kejahatan narkotika dan terbukti sudah menerima uang hasil penjualan narkotika melalui transfer antar bank dari para pembeli narkotika yg berada di Lapas,” kata Arman.

Terkait masalah TPPU tersebut dari tersangka Murtala, BNN berhasil menyita uang dalam rekening uang tunai, sesuatu unit rumah di Medan, sesuatu unit rumah di Aceh, sesuatu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Medan, beberapa unit mobil dan perhiasan.

Sedangkan uang dalam rekening Bank Mandiri, BRI, BNI dan Bank Aceh totalnya sebesar Rp143,6 miliar, sedangkan tunai Rp50 juta, uang Ringgit Malaysia RM 25.000. Dan total segala aset tersebut diperkirakan mencapai Rp153,7 miliar.

“Dan BNN masih selalu melakukan penelusuran aliran dana-dana punya Murtala, termasuk yg diduga di luar negeri,” kata Arman.

Tersangka Murtala diancam dengan pasal 137 huruf b Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan pasal 3, 4 dan 5 Undang Undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman maksimal pidana 20 tahun penjara dan dend Rp10 miliar.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sumber: http://www.antaranews.com
Terima kasih anda Telah Membaca Berita Tentang BNN ungkap kasus pencucian uang Rp153 miliar Silahkan Share Berita Ini Jika Memberi Manfaaat

Kata Kunci Banyak Di Cari

cari pinjaman bank keliling daerah sby,tersebarnya foto jaminan pinjam uang rentenir,cara menghitung uang seperti teller bank,bagaimana cara pinjam uang d bank milik opick,tentang pinjmn uang d bank mlik opick,pinjaman dana tunai di oto,Bank ustad opick 2016,cara memunjam uang di bank opick,bagaimana caranya kalau kami ingin meminjam uang dari bank milik opik,cara pinjam uang di bank opick jika dari Malang,
Loading...
loading...