Ketika Pakaian Terdakwa Yang Berbicara

Posted on
loading...

JAKARTA, KOMPAS – Kamis (17/11) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rohadi menjalani sidang pembacaan tuntutan masalah suap terhadap dirinya. Mantan panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara ini didakwa menerima suap dari pengacara Kasman Sangaji dan Berthanatalia Ruruk Kariman, serta kakak penyanyi Saipul Jamil, merupakan Samsul Hidayatullah.

Tidak ada sanak saudara atau keluarga yg hadir mendampingi Rohadi. Bahkan, pakaian yg dikenakannya di persidangan hampir tak pernah berganti, merupakan kemeja lengan panjang berwarna biru dengan motif tenun di bagian depan.

Padahal, Rohadi yg berpenghasilan Rp 8 juta per bulan pernah disebut sebagai pegawai negeri sipil dengan harta melimpah. Berdasarkan temuan Komisi Pemberantasan Korupsi, harga beberapa unit rumah yg ditempatinya di kawasan Pulogebang mencapai Rp 6 miliar. Ia juga milik 19 mobil, rumah sakit, hingga proyek real estat di Indramayu, Jawa Barat.

Gelimang harta Rohadi ini terkuak setelah adanya operasi tangkap tangan pada 16 Juni 2016 di depan Universitas 17 Agustus 1945. Saat itu, ia baru saja menerima imbalan mengurus masalah sebesar Rp 250 juta dari Berthanatalia. Sebelumnya, Rohadi telah menerima Rp 50 juta dari Berthanatalia buat keperluan yg sama. Aksi ini diduga bukan yg pertama.

Akibatnya, KPK pun tak ragu menjerat Rohadi dengan pasal berlapis, dari tindak pidana korupsi hingga pencucian uang. Satu per sesuatu hartanya disita. ”Banyak barang yg disita. Sekarang dia tak milik uang. Dia telah tak dapat berbuat apa-apa,” kata penasihat hukumnya, Alamsyah Hanafiah.

Diantarkan keluarga

Petugas KPK yg mengawal tahanan, Tasirin, menjelaskan, pakaian yg dikenakan para terdakwa ketika sidang biasanya diantarkan keluarga saat menjenguk pada Senin dan Kamis. ”Biasanya tiap pekan pasti ada antaran, termasuk baju rapi buat menjalani sidang. Jadi, umumnya para terdakwa dapat memakai pakaian yg berbeda ketika sidang,” ujarnya.

Hal ini terbukti buat sebagian besar terdakwa korupsi, antara yang lain mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohammad Sanusi. Setiap sidang, batik yg dikenakannya terus menarik perhatian. Saat sidang pemeriksaan saksi masalah tindak pidana pencucian uang, Sanusi mengungkapkan harga baju batik berwarna ungu muda yg dikenakannya.

”Batik yg aku pakai ini Rp 5 juta harganya. Ini batik tulis dan bukan batik sembarangan. Saya beli sendiri dari mertua karena ini bisnis,” ujarnya di hadapan majelis hakim saat menjelaskan yang berasal uang yg dimiliki mertuanya, Jeffrey Setiawan Tan, yg yaitu pedagang batik.

Jika mengacu laporan pajaknya, penghasilan Sanusi sekitar Rp 50 juta per bulan yg berasal dari perusahaan yg dipimpinnya, PT Bumi Raya Properti. Gaji dari jabatannya di DPRD DKI Jakarta juga mencapai Rp 50 juta per bulan.

Beda lagi gaya mantan anggota Komisi V DPR, Damayanti Wisnu Putranti. Selalu ada unsur warna ungu di pakaian atau celana yg dikenakannya ketika hadir sidang. ”Saya kebetulan suka warna ungu,” ujarnya.

Hajo Adam dan Adam D Galinsky dalam Journal of Experimental Social Psychology memperkenalkan istilah enclothed cognition. Melalui istilah ini, baju yg dikenakan menjadi simbol dari orang yg mengenakannya. Pakaian pun menjadi sarana bagi memperlihatkan keinginan hati seseorang, misalnya ingin tetap dihormati atau ingin dikasihani. Pakaian tertentu juga diyakini bisa membuat suasana hati tetap tenang dan yakin diri.

Namun, pakaian yg dikenakan ketika persidangan tentunya tidak menghapus kesalahan yg diduga dikerjakan terdakwa. (RIANA A IBRAHIM)

 

Versi cetak artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 21 November 2016, di halaman 3 dengan judul “Ketika Pakaian yg Berbicara”.

Sumber: http://nasional.kompas.com
Terima kasih anda Telah Membaca Berita Tentang Ketika Pakaian Terdakwa yang Berbicara Silahkan Share Berita Ini Jika Memberi Manfaaat

Kata Kunci Banyak Di Cari

arti kata vc di bigolive,debby susanto sexy,gambar dua srigala pakean satpam,mantan mantan pacar kendal jeneer,memasang talikur pareasi pramuka,toket pahala jakarta blitar,
Loading...
loading...