8 Orang Tewas Saat Bentrok Di Perbatasan China Dan Myanmar

Posted on
loading...

Yangon – Bentrokan antar warga terjadi di utara Myanmar yg berbatasan dengan China. Akibat bentrokan tersebut sedikitnya 8 orang dilaporkan tewas.

Dilansir AFP, Minggu (20/11/2016), penduduk setempat di kota Muse, Myanmar, melaporkan pertempuran dimulai pada Minggu pagi. Banyak orang melarikan diri dari perbatasan bagi menghindari bentrokan tersebut.

“Orang-orang dari pos perbatasan melarikan diri ke Muse karena pertempuran yg sengit,” kata seorang warga kota, Aye Aye, kepada AFP Minggu (20/11).

Bentrokan ini menjadi pukulan buat pemimpin sipil Aung San Suu Kyi yg menjanjikan perdamaian nasional. Suu Kyi menyampaikan delapan orang tewas dalam pertempuran itu yg terdiri dari seorang tentara, tiga polisi, sesuatu pejuang milisi propemerintah dan tiga warga sipil.

Pertempuran ini melibatkan militer Myanmar dan tentara independen Kachin (KIA) di negara bagian Kachin. Kondisi ini menyulut kembali tahun 2011 setelah runtuhnya gencatan senjara selama 17 tahun. Selain itu, bentrokan juga melibatkan Angkatan Darat Arakan, Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang dan Nasional Demorat Aliansi Tentara Myanmar.

Dari bentrokan yg terjadi, telah ada sebanyak 100 ribu yg bergeser ke negara bagian tetangga Shan. Muse sendiri terletak di utara Shan. Jaraknya tak jauh dari Kachin dan hanya perbatasan dengan China cuma dipisahkan oleh sungai.

Salah sesuatu prioritas Suu Kyi adalah kesepakatan damai dengan kelompok minoritas yg melawan negara. Militer Myanmar memiliki sejarah atas pelanggaran hak asasi. Hal ini mendorong ketidakpercayaan yg mendalam antara etnis minoritas dan pemerintah pusat.

Meski demikian Suu Kyi memiliki kontrol terbatas atas tentara yg mempertahankan 25 persen kursi parlemen serta posisi pertahanan dan keamanan pemerintahan.
(jbr/rna)

$(document).ready(function(){ polong.create({ group: 106, appId : 3, target:’bx_polong’ }); });

Sumber: http://news.detik.com
Terima kasih anda Telah Membaca Berita Tentang 8 Orang Tewas Saat Bentrok di Perbatasan China dan Myanmar Silahkan Share Berita Ini Jika Memberi Manfaaat

Loading...
loading...