PBNU Minta Masyarakat Tak Gulirkan Wacana Pemakzulan Jokowi

Posted on
loading...

JAKARTA, Akulagi.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj meminta masyarakat tidak menggulirkan wacana pemakzulan terhadap Presiden Joko Widodo.

Apalagi, seandainya pemakzulan tersebut memanfaatkan masalah dugaan penistaan agama yg menjerat Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Said mengatakan, Presiden tidak mampu diturunkan tiba-tiba tanpa ada alasan yg jelas.

Pasalnya, sistem pemerintahan presidensial sudah menjamin bahwa Kepala Negara tak dapat diberhentikan saat memerintah, kecuali seandainya melanggar konstitusi.

“Dalam sistem presidensial tak mengenal diturunkan di tengah jalan, kecuali kalau ada pelanggaran paling prinsip melanggar Pancasila dan UUD 1945,” kata Said usai konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (17/11/2016).

Menurut Said, Presiden baru mampu diberhentikan seandainya sudah lima tahun menjabat sesuai aturan yg ada.

Dia berharap tidak ada lagi perkara pemberhentian presiden tanpa alasan yg jelas, seperti yg menimpa Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada 2001.

“Selama tak ada pelanggaran sangat fatal tak boleh diturunkan di tengah jalan lima tahun baru bisa. Jangan sampai peristiwa Gus Dur itu terulang kembali,” ujar Said.

Said mengatakan, NU mulai terus menghormati siapa pun yg menjabat sebagai Presiden RI, termasuk Jokowi.

Menurut Said, penghormatan itu dikerjakan karena NU berpegang pada konstitusi yg berlaku di Indonesia.

“NU mulai terus di belakang konstitusi. Siapa pun presidennya kalau itu memang dipilih oleh rakyat harus kami hargai dan kami hormati,” ucap Said.

Kompas TV Ketum PBNU Imbau Pedemo Ahok Jaga Keamanan

Sumber: http://nasional.kompas.com
Terima kasih anda Telah Membaca Berita Tentang PBNU Minta Masyarakat Tak Gulirkan Wacana Pemakzulan Jokowi Silahkan Share Berita Ini Jika Memberi Manfaaat

Loading...
loading...