Pendapat Tim Advokasi MUI Soal Kasus Ahok

Posted on
loading...

Jakarta (Akulagi.com) – Tim advokasi pandangan dan sikap keagamaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama sudah memenuhi unsur pidana dalam perkara dugaan penistaan agama yg dituduhkan kepadanya.

Koordinator Tim Advokasi MUI Ahmad Yani di Jakarta, Senin malam tadi, menyampaikan unsur tindak pidana seperti yg diatur dalam pasal 156a KUHP UU No 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahagunaan dan Penodaan Agama telah terpenuhi dalam sebagian pidato Ahok di Kepulauan Seribu kunjungan kerja di daerah itu.

“Sudah ada subjek pelakunya, Ahok sendiri, dan objek yg dikerjakan penistaan ada dua kategori. Pertama, agama Islam. Kedua kibat suci Alquran, surat Al Maidah itu sendiri. Ketiga, ulama, ustad, dai dan sebagainya. Semua telah terpenuhi unsur pidana,” kata Ahmad dalam konferensi pers di Gedung MUI Jakarta itu.

Menurut Ahmad, aparat penegak hukum tak perlu mempertimbangkan sengaja atau tidaknya Ahok mengutip Al Maidah ayat 51 ketika berdialog dengan warga di Kepulauan Seribu.

Oleh karena itu, Tim Advokasi MUI juga mendesak Polri dan Kejaksaan Agung meningkatkan status Ahok menjadi tersangka dan ditahan. Tim advokasi MUI juga mengharapkan aparat penegak hukum melimpahkan perkara ini ke Kejaksaan atau P21 bagi kemudian dilimpahkan ke pengadilan.

Tim Advokasi MUI juga memandang kasus-kasus sebelumnya yg berkaitan dengan penistaan agama seharusnya dikerjakan penahanan terlebih dahulu.

Tim advokasi beranggotakan 481 orang ini menyatakan bersiap mengawal proses hukum yg sedang berjalan dengan diperkuat tausiah kebangsaan MUI pada 9 November 2016 terkait dugaan penistaan agama yg dikerjakan Ahok.

Mereka juga mendesak Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat yg membidangi hukum dan hak asasi manusia buat membentuk panitia kerja pengawasan masalah ini.

Sejumlah tokoh Islam milik pandangan yang lain tentang perkara Ahok itu, seperti mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif yg menilai Ahok tak melecehkan Alquran berdasarkan rekaman video yg utuh.

“Secara utuh pernyataan Ahok sudah aku baca,” kata Syafii 7 November lalu.

Syafii menyampaikan publik harus memperhatikan lebih detail pernyataan Ahok ketika kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu itu. “Ahok tak menyampaikan Al Maidah (ayat 51) itu bohong,” ujar Buya Syafii.

Sedangkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj pasa 10 Oktober dahulu mengajak masyarakat bagi tak memperpanjang pernyataan Ahok soal surat Al Maidah Ayat 51 itu.

“(Ahok) telah mengaku salah, harus dimaafkan, yang berasal jangan diulangi lagi,” kata Said.

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sumber: http://www.antaranews.com
Terima kasih anda Telah Membaca Berita Tentang Pendapat tim advokasi MUI soal kasus Ahok Silahkan Share Berita Ini Jika Memberi Manfaaat

Kata Kunci Banyak Di Cari

pideo bokep bocah sd,
Loading...
loading...