Kebebasan Berekspresi Versus Ujaran Kebencian

Posted on
loading...

Jakarta (Akulagi.com) – Ujaran kebencian (hate crime) kerap disalahartikan sebagai kebebasan berekspresi, kata Gloria Truly Esterlita, kandidat Doktor Penologi, Prancis, yg menulis tentang Hate Crime.

Dalam diskusi Tolerance Film Festival di IFI Jakarta, Minggu, Gloria mengemukakan perbedaan antara ujaran kebencian dan kebebasan berekspresi.

“Dalam ujaran kebencian, ada proses interpelasi atau pemanggilan yg kerap dikerjakan terhadap pihak yg diserang,” kata Gloria dalam pesan audio dalam diskusi mengenai toleransi tersebut.
“Akibatnya, terjadi stigmatisasi buruk atau jahat,” imbuh dia.
Kampanye anti Ahok yg baru-baru ini terjadi, baik di dunia nyata maupun dunia maya, adalah salah sesuatu contoh ujaran kebencian, kata Gloria.
Sebab, ada penggunaan kata-kata bermuatan kebencian seperti “kafir”, “bukan pribumi” hingga “musuh Islam” dalam kampanye tersebut yg dapat memicu aksi kejahatan berbasis kebencian. 
Menurut Gloria, kerap kali orang tak sadar mereka sedang melakukan kejahatan berbasis kebencian atau ujaran kebencian karena kurang keterangan dan ilmu pengetahuan. 
Ujaran kebencian ada kalanya juga dianggap sebagai kebebasan berekpsresi karena setiap orang milik pemahaman berbeda.
Gloria menyampaikan pendidikan milik peran utama bagi memberi pemahaman pada masyarakat, baik itu di rumah, sekolah maupun tempat ibadah.
“Selain itu perlu dibuka lebarnya akses pemenuhan kebutuhan intelektual supaya kami mampu mengenal dan selanjutnya bisa atau dapat menerima perbedaan yg ada,” papar dia.
Menerbitkan tulisan dari berbagai perspektif juga dapat menangkal ujaran kebencian karena menolong seseorang melihat permasalahan dari sisi berbeda.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sumber: http://www.antaranews.com
Terima kasih anda Telah Membaca Berita Tentang Kebebasan berekspresi versus ujaran kebencian Silahkan Share Berita Ini Jika Memberi Manfaaat

Kata Kunci Banyak Di Cari

loria acne lotion untuk laki laki ?,
Loading...
loading...