Jangan Sepelekan, Ini Alasannya Campak Masih Jadi Ancaman Anak-anak Di Dunia

Posted on
loading...

Jakarta, Penyakit campak masih menjadi ancaman buat anak-anak di segala dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sejatinya ada penurunan drastis dalam jumlah kematian anak-anak akibat penyakit campak.

Data WHO memperlihatkan sejak tahun 2000, angka kematian akibat campak menurun hingga 79 persen. Meski begitu, campak masih berbahaya karena berdasarkan statistik, masih ada 400 anak yg mati akibat campak setiap tahunnya.

WHO dan UNICEF bekerjasama dengan berbagai organisasi yang lain menyebut campak harus mampu dihilangkan dari muka bumi. Kuncinya ada di kemauan negara-negara yg masih tinggi pengidap campaknya buat mau melakukan imunisasi.

Baca juga: Waspada Pneumonia, Si Pembunuh Bayi dan Balita di Indonesia

“Tidak ada persoalan dengan peralatan atau pengetahuan soal campak. Namun dua negara masih kesulitan buat memberikan imunisasi kepada anak-anak di negaranya, ini yg menyebabkan campak masih merajalela,” tutur Robin Nandy, kepala bagian imunisasi UNICEF, dikutip dari Reuters.

20,3 Juta nyawa anak selamat karena imunisasi sejak tahun 2000 hingga 2015. Meski begitu, cakupan imunisasi masih belum merata di dua negara. Pada tahun 2015, diperkirakan 20 juta bayi tak mendapat imunisasi campak dan 134.000 di antaranya meninggal dunia.

Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, India, Indonesia, Nigeria dan Pakisata yaitu negara-negara dengan jumlah bayi yg tak diimunisasi campak terbesar dan menyumbang sekitar 75 persen angka kematian akibat campak.

Bahkan pada tahun 2015, tercatat ada wabah campak besar-besaran di Mesir, Ethiopia, Jerman, Kirgistan hingga Mongolia. Di Jerman dan Mongolia, campak tak cuma menyerang anak-anak namun juga menyerang orang dewasa.

“Butuh komitmen kuat dari negara-negara, partner kerja kami, dan organisasi yang lain yg terkait bagi meningkatkan cakupan imunisasi dan memperkuat sistem surveilans penyakit campak,” tutur Seth Berkley dari Aliansi Vaksin Internasional.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dalam kondisi normal orang yg mendapat vaksin bagi pertusis masih milik kemungkinan terinfeksi 2 persen. Sementara itu buat campak mereka yg telah divaksinasi juga masih mungkin terkena 3%.

Tapi peneliti menyampaikan angka tersebut yaitu perkiraan dalam kondisi normal di mana tingkat cakupan vaksinasi mencapai batas minimal yg disarankan. Dengan semakin banyaknya jumlah perkara bahkan pada populasi yg sudah divaksin, Omar dalam studi yg dipublikasi di Journal of the American Medical Association (JAMA) menyampaikan hal ini sebagai tanda-tanda penurunan imunitas total terhadap penyakit.

“Memang sulit buat memberi angka spesifik seberapa besar pengaruh penolakan vaksin menurunkan perlindungan penyakit dalam sebuah komunitas,” kata Dr Matthew Davis, peneliti anak dari University of Michigan mengomentari studi.

Baca juga: Hati-hati Gangguan Pendengaran Bayi yg Tak Terdeteksi(mrs/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Terima kasih anda Telah Membaca Berita Tentang Jangan Sepelekan, Ini Alasannya Campak Masih Jadi Ancaman Anak-anak di Dunia Silahkan Share Berita Ini Jika Memberi Manfaaat

Kata Kunci Banyak Di Cari

apakah ilona masih hidup,http://googleweblight com/?lite_url=http://akulagi com/Berita-apakah+ilona+ianovska+masih+hidup&ei=pSbY-qsG&lc=id-ID&geid=24&s=1&m=606&host=www google co id&ts=1480033087&sig=AF9NedkRDBVWCLWR6vyLRYYPudr2phfb9w,ciri ciri line yg masih aktip,bugil anak ustad,cara supaya vilager bercinta,bokep enggi bogor indo,download bokep ibu ajari anak kecil,Hasil pengamatan terhadap foto bugil,http://akulagi com/Berita-apakah ilona ianovska masih hidup,http://akulagi com/Berita-apakah-ilona-ianovska-masih-hidup,
Loading...
loading...