Ketum Muhammadiyah: Kapolri Jangan Lakukan Tafsir, Nanti Dituding Memihak Ahok

Posted on
loading...

JAKARTA, Akulagi.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyesalkan sikap Kapolri Jenderal (pol) Tito Karnavian yg mengatakan penafsirannya terhadap pernyataan calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut beberapa Basuki Tjahaja Purnama yg menyebut surat Al-Maidah ayat 51.

Atas pernyataannya, Basuki alias Ahok dilaporkan ke polisi dengan dugaan pebistaan agama.

“Pak Kapolri jangan masuk ke area tafsir tersebut agar tak menimbulkan prasangka tertentu,” kata Haedar, seusai menerima Presiden Joko Widodo di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (8/11/2016).

Haedar mengatakan, seharusnya kepolisian mengikuti apa yg telah menjadi garis dari Presiden Joko Widodo buat mengusut masalah Ahok secara tuntas dengan tegas, cepat, dan transparan.

Penafsiran Kapolri tersebut justru mulai menimbulkan keraguan masyarakat terhadap kinerja kepolisian.

“Nanti polisi dituding memihak,” kata dia.

Kapolri sebelumnya mengatakan, ada perbedaan antara pernyataan ‘dibohongi pakai Al-Maidah 51’ dan ‘dibohongi Al-Maidah 51’.

Pernyataan yg disampaikan Ahok di Kepulauan Seribu memakai kata ‘pakai’, sementara transkrip yg ditulis Buni Yani di akun Facebook-nya menghilangkan kata ‘pakai’.

“Kalau yg pertama ‘dibohongi Al-Maidah 51‘ itu berarti yg dikatakan bohong adalah ayatnya. Tapi kalau ‘dibohongi pakai Al-Maidah 51‘ berarti bukan ayatnya, tetapi orangnya. Jangan yakin kepada orang,” kata Tito, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (5/11/2016) lalu.

Kompas TV Polemik Keterlibatan Buni Yani di Kasus Ahok

Sumber: http://nasional.kompas.com
Terima kasih anda Telah Membaca Berita Tentang Ketum Muhammadiyah: Kapolri Jangan Lakukan Tafsir, Nanti Dituding Memihak Ahok Silahkan Share Berita Ini Jika Memberi Manfaaat

Kata Kunci Banyak Di Cari

gaya anak jaman sekarang pakek xiomy,
Loading...
loading...