Lakpesdam NU: Banyak Kelompok Minoritas Tak Terpenuhi Hak Dasarnya Sebagai WNI

Posted on
loading...

JAKARTA, Akulagi.com – Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU Rumadi Ahmad, mengatakan, pemerintah dan elemen masyarakat sipil tak dapat menutup mata atas praktik diskriminasi terhadap kelompok minoritas agama.

Menurut Rumadi, banyak kelompok minoritas yg tak diterima secara sosial dan tak terpenuhi hak dasarnya karena kebijakan publik yg tak adil.

Berdasarkan catatan Lakpesdam, kelompok masyarakat yg memeluk keyakinan asli Indonesia, seperti Kaharingan dan Kejawen, tak terpenuhi hak sipilnya.

Mereka sulit bagi mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan akta nikah.

“Kita tak dapat menutup mata ada kelompok minoritas agama dan keyakinan yg jadi korban. Kelompok itu biasanya dijauhi. Tidak ada yg mau menyapa dan merangkul sebagai bagian dari warga negara Indonesia,” ujar Rumadi dalam Pertemuan Nasional Program Peduli Lakpesdam PBNU di hotel Kartika Chandra, Jakarta, Senin (7/11/2016).

Rumadi menuturkan, dalam beberapa tahun terakhir Lakpesdam PBNU menginisiasi Program Peduli di bawah koordinasi Kementerian Koordinator bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan.

Program tersebut diimplementasikan di berbagai daerah dan yaitu bagian dari peran aktif warga NU dalam menciptakan inklusi sosial terhadap kelompok minoritas.

Rumadi menyampaikan bahwa Program Peduli adalah keterpanggilan moral NU buat memastikan makna dari keindonesiaan benar-benar terjadi.

“Kami dari NU merasa terpanggil bagi memastikan makna dari keindonesiaan. Kami memiliki keterpanggilan moral buat mengakhiri diskriminasi dan intoleransi yg terjadi,” ungkapnya.

Ditemui secara terpisah, Kepala riset dan advokasi Lakpesdam PBNU, Ufi Ulfiah, mengatakan, Program Peduli digagas bagi mendorong inklusi sosial di 13 Kabupaten/Kota dalam rangka mengurangi angka kemiskinan.

Ufi menjelaskan, Program Peduli berawal dari kekhawatiran atas meningkatnya masalah diskriminasi dan intoleransi di Indonesia.

Dia menyebut fenomena tersebut sebenarnya berakar pada masalah kemiskinan dan kebijakan pemerintah yg seringkali mengabaikan kelompok minoritas.

Oleh sebab itu Lakpesdam mendorong inklusi sosial dengan memfokuskan pada tiga aspek yakni penerimaan sosial, layanan non diskriminasi dan kebijakan publik yg adil.

Program Peduli mulai dikembangkan pada daerah-daerah yg pernah dilanda konflil sosial, seperti Mataram, Sampit dan Cilacap.

“Pada level masyarakat, Program Peduli dikelola oleh organisasi pelaksana yg berasal dari LSM dan ormas,” kata Ufi.

Sumber: http://nasional.kompas.com
Terima kasih anda Telah Membaca Berita Tentang Lakpesdam NU: Banyak Kelompok Minoritas Tak Terpenuhi Hak Dasarnya sebagai WNI Silahkan Share Berita Ini Jika Memberi Manfaaat

Kata Kunci Banyak Di Cari

cara membuat logo kelompok tani,inspirasi picsart,logo Kelompok masyarakat,logo kelompok tani indonesia,
Loading...
loading...