Polisi Swiss Tangkap Empat Orang Selepas Penggerebekan Masjid

Posted on
loading...

Zurich (Akulagi.com) – Kejaksaan Swiss menyatakan, Rabu, pihak berwenang sudah menangkap empat orang, termasuk sesuatu imam masjid, atas dugaan menghasut kekerasan dan kejahatan.

Mereka ditahan setelah penggerebekan polisi pada sebuah masjid di utara kota Winterthur.

Menurut media lokal, masjid yg bernama AnNur tersebut diduga memiliki kaitan dengan paham radikal keagamaan dan dua pemuda yg kerap tiba ke masjid itu dilaporkan sudah pergi bagi bergabung dengan kelompok militan ISIS di Suriah dan Irak.

Kejaksaan menyatakan pihaknya dan kepolisian menggeledah rumah tiga tersangka pada Rabu pagi dan proses pidana juga sudah dimulai terhadap keempat orang tersebut.

Dalam pernyataan kejaksaan, disebutkan penggerebekan-penggerebekan tersebut menyusul laporan kepada polisi bahwa seorang imam Ethiopia menyerukan, dalam khutbahnya pada bulan lalu, bagi membunuh orang-orang Muslim yg menolak melaksanakan ibadah berjamaah di masjid.

Imam itu, juga dikatakan dalam pernyataan tersebut, sudah mendorong pengikutnya buat menjauhi setiap Muslim yg menghindari ibadah berjamaah.

Imam, dan tiga orang yg rumahnya digerebek, ditangkap dan dibawa buat diinterogasi, menurut pernyataan kejaksaan, tanpa menyebutkan dugaan kesalahan yg dikerjakan ketiga orang tersebut.

Dalam pernyataan kejaksaan, juga disebutkan ada empat orang lainnya yg ditemukan di masjid dan diduga melanggar hukum imigrasi Swiss.

Kejaksaan menyampaikan pihaknya tak mulai mengeluarkan keterangan lebih lanjut buat ketika ini, sementara pihak masjid tak menanggapi permintaan buat memberikan komentar. Demikian laporan Reuters.

(Uu.R030/T008)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sumber: http://www.antaranews.com
Terima Kasih Anda Telah Membaca Berita Di Website Akulagi.com, Berita Yang Anda Baca Tentang Polisi swiss tangkap empat orang selepas penggerebekan masjid

Kata Kunci Banyak Di Cari

cara mengetahui orang yang sering liat kronologi diri sendiri,
Loading...
loading...