Menuju DKI 1, Beli Kasur Hingga Batasi Mobil Mewah

Posted on
loading...

Jakarta (Akulagi.com) – Praktik “blusukan” masih memiliki daya tarik tersendiri buat masing-masing Calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta buat menyerap aspirasi dari warga. Praktik ini masih dikerjakan oleh para calon gubernur dan wakil gubernur pada Rabu kemarin.

Sah-sah saja blusukan digunakan dan terhitung lebih mengena ketimbang dengan cuma memberikan wacana belaka. Dari blusukan itu kedekatan calon “DKI1” dengan warganya semakin terasa.

Hal ini dibuktikan oleh masing-masing Cagub dan Cawagub DKI Jakarta. Soal kehujanan atau berkeringat dalam kampanye ini, tidaklah menjadi persoalan demi mendapatkan simpati dari para pemilih nantinya.

Calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Rabu kemarin, menyampaikan “blusukan” menjadi upaya buat menelusuri potensi warga dan lingkungan.

Untuk itu, Djarot senang melakukan blusukan ke berbagai area di wilayah Jakarta.

“Inilah kesempatan kalian bagi kalian menyerap dan mengetahui persoalan-persoalan dan potensi yg dimiliki oleh warga atau lingkungan,” kata Djarot, Jakarta Timur, Rabu.

Dia menyampaikan potensi yg dimiliki daerah harus dikembangkan sehingga mampu memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Potensi seperti ini nanti kalian manfaatkan, dayagunakan, maksimalkan,” tuturnya.

Djarot memberikan contoh salah sesuatu daerah yg dikunjungi di Jalan Rahayu 3 RT 011/03 Kelurahan Kalisari Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Mantan wali kota Blitar itu menyampaikan ikan keramba mampu diusahakan di Kali Mati di Kelurahan Kalisari itu, namun tetap harus ada ketentuan yg mengatur agar tak mengakibatkan gangguan di kemudian hari.

“Ikan keramba di sini kan mampu buat tidak mengurangi penghasilan warga. Kalau ada airnya waktu kemarau mampu buat keramba, mampu bagi ikan nila, lele. Nanti kita mulai mencoba Kerja sama RT, RW ya bagi di sini,” tuturnya.

Namun, menurut dia, rencana membuat ikan keramba di sungai itu harus diteliti lebih lanjut buat menentukan baik tidaknya dilakukan.

“Benih dari kita dahulu kan mudah dari kalian ya tetapi dikelola RT- RW lalu buat contoh taruh di sini hanya aku bilang keramba ini ada bahayanya kalau hanya berhasil sesuatu seluruh bagi keramba maka keramba itu dapat bagi sampah menyumbat di situ, ada aturannya bagi keramba,” ujarnya.

Djarot menyampaikan Kelurahan Kalisari dapat menjadi proyek percontohan bagi usaha ikan keramba melalui kerja sama dengan pihak RT, RW dan kelurahan.

Bahkan dalam blusukan itu, Djarot Saiful Hidayat membeli empat kasur dari pengrajin di Kampung Kramat, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

“Kita berharap kalau memang ini bagus di sini kalian kembangkan. Kami melatih saudara-saudara kami di rusunawa buat ibu-ibunya bagi kasur. Kami mampu pakai di panti-panti kalian dan distribusi ke luar kota,” kata Djarot, Jakarta Timur, Selasa.

Sebanyak empat kasur tersebut dibeli seharga total Rp500.000.

Sementara calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 1 Agus Harimurti Yodhoyono mengunjungi Kota Tua. Ia menyampaikan diperlukan sinergi antara pemerintah, swasta dan masyarakat buat membangun wisata sejarah yg menarik dan menyenangkan.

“Sinergi baik dapat mewujudkan wisata sejarah yg menarik dan menyenangkan wisatawan,” ujar dia, Rabu.

Sinergi tersebut, kata dia, berupa pemerintah mengeluarkan aturan yg baik serta pengelola memikirkan keberlanjutan agar jangan sampai kedodoran sehingga tak menguntungkan buat memelihara fasilitas.

Selanjutnya masyarakat lokal berupa seniman dan sejarawan yg memiliki pengetahuan serta minat luar biasa pada museum mampu membantu.

Agus menyampaikan ingin mengembangkan potensi museum buat membangun Jakarta menjadi kota pintar kreatif dan hijau.

Untuk pedagang barang-barang kesenian yg berada di lokasi-lokasi wisata, menurut dia, bisa menjadi daya tarik tersendiri, tapi membutuhkan tempat khusus agar lebih rapi.

“Bisa menjadi daya tarik sendiri, tak cuma tradisional, tapi juga karya kontemporer, itu harus ada tempatnya. Harus ada kanalnya, harus disiapkan. Pemerintah bekerja dengan lokal elemen,” tutur ayah Almira Tunggadewi itu.

Batasi mobil mewah

Sementara itu, Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Sandiaga Uno berniat buat membatasi warga kalangan menengah ke atas dalam membeli mobil mewah.

Namun, di sesuatu sisi, ia mendukung warga kalangan menengah buat membeli mobil yg termasuk dalam kategori low cost green car (LCGC) yg yaitu program pemerintah pusat.

“Mungkin, secara jumlah, LCGC lebih banyak, tapi enggak banyak jalan. Malah mobil-mobil mewah itu yg ketika penerapan kebijakan ganjil genap terus mondar-mandir. Mereka dimiliki oleh orang-orang berduit,” kata Sandiaga di Jakarta, Rabu.

Sandiaga menyampaikan rencana kebijakan tentang LCGC tersebut yaitu bagian dari Program Angkutan Umum Murah, menyasar pada upaya menurunkan ongkos atau biaya transportasi warga, katanya.

Menurut dia, Jakarta telah saatnya harus memulai secara masif kebijakan pengurangan penggunaan kendaraan bermotor pribadi.

“Untuk itu, biarpun LCGC, penggunaannya tetap harus dibatasi dan perlahan mendorong mereka beralih ke angkutan publik yg nyaman, aman, gampang dicapai dan terjangkau oleh warga,” kata Sandiaga.

Ia melihat, upaya tersebut bisa dimulai dari pembatasan pembelian mobil-mobil mewah, di samping upaya-upaya yang lain yg lebih utama buat langsung dikerjakan dalam rangka mengajak masyarakat bagi beralih ke transportasi publik.

“Seperti, integrasi angkot-angkot ke dalam transjakarta sehingga mampu berfungsi menjadi feeder buat transportasi massal dan menjangkau warga hingga ke pemukiman,” kata Sandiaga.

Kemudian meningkatkan kapasitas transjakarta, baik dari sisi jumlah armada dan juga pelayanannya, sehingga target sesuatu juta penumpang perhari mampu tercapai dalam tiga tahun, katanya.

Namun begitu, Sandiaga menyampaikan bahwa bagi mengatasi kemacetan tak cukup cuma dengan mendorong transportasi publik yg terintegrasi saja, karena setiap hari lebih dari tiga juta orang masuk ke Jakarta buat bekerja.

Umumnya mereka pada awalnya adalah warga Jakarta, namun terpaksa ke pinggir dan luar Jakarta karena hunian yg tak terjangkau di tengah kota, katanya.

“Untuk itu, kalian berencana membangun pusat-pusat hunian buat warga pekerja di tengah kota, sehingga mereka mampu tetap bekerja dan tak perlu melakukan perjalanan terlalu jauh. Hal ini juga berimbas pada pengeluaran buat biaya transportasi yg dapat dihemat,” kata Sandiaga.

Apalagi menurut kajian, bahwa koefisien lantai terbangun di Jakarta masih kalah padat dari Singapura, katanya.

“Itu artinya, kami masih kekurangan ruang hunian buat warga di tengah kota. Kita mulai rencanakan dan wujudkan hal itu juga, agar masalah macet di Jakarta selesai secara komprehensif,” kata Sandiaga.

Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sumber: http://www.antaranews.com
Terima Kasih Anda Telah Membaca Berita Di Website Akulagi.com, Berita Yang Anda Baca Tentang Menuju DKI 1, beli kasur hingga batasi mobil mewah

Kata Kunci Banyak Di Cari

cara membuat ktp palsu model baru,kamera depan bagus buat bigo,cara bikin transisi di mussically,video musicaly igaris putih,cara membuat serabai kutai,cara buat akuarium akrilik,cara membuat tas dari tali kur yang pakei tutup,cara membuat garis putus putus pada apk pischart,cara menggambar garis putus putus dengan rapi di picsart,cabe cabean buat vidio untuk pacar,
Loading...
loading...