Kalangan DPR Nilai Sistem Pemilu Terbuka Terbukti Baik

Posted on
loading...

Jakarta (Akulagi.com) – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Abdul Halim menyampaikan PPP mendukung sistem pemilu terbuka pada pemilu legislatif 2019 karena 
sudah terbukti berjalan baik pada beberapa kali pemilu sebelumnya.

“Kami di Komisi II berharap Pemerintah bisa mengusulkan sistem Pemilu secara tegas, terbuka atau tertutup. Namun, usulan pemerintah dalam RUU Pemilu adalah sistem proporsional terbuka terbatas. Jika
dicermati lebih lanjut, ada kecenderungan tertutup,” kata Abdul Halim melalui telepon selulernya belum lama ini.

Abdul Halim ketika ini sedang melalukan kunjungan kerja ke daerah perbatasan di Entikong, Kalimantan Barat.

Menurut Halim, seandainya pemerintah mengusulkan sistem pemilu secara tegas, terbuka atau tertutup, maka Fraksi PPP mulai sepakat pada sistem pemilu terbuka.

“Dengan sistem terbuka, maka mulai lebih banyak putra bangsa yang tertentunya memenuhi syarat bisa diusulkan menjadi calon anggota legislatif,” katanya.

Jika sistem pemilunya tertutup, kata dia, maka yg penetapan calon anggota legislatif dikerjakan secara tertutup sehingga dapat mengurangi minat putra bangsa yg memenuhi persyaratan untuk mendaftar menjadi calon anggota legislatif. 

Abdul Halim memberi contoh, pada pemilu legislatif tahun 2014 yang telah menerapkan sistem pemilu terbuka masih ada daerah pemilihan yg tak ada caleg PPP dari 78 daerah pemilihan di seluruh 
Indonesia.

“Dengan sistem pemilu terbuka, maka kesempatan kepada putra  bangsa buat mendaftar menjadi calon anggota legislatif lebih terbuka sehingga lebih banyak yg berminat,” katanya.

Dewan Perwakilan Rakyat RI menjadwalkan mulai membahas RUU Pemilu pada masa persidangan berikutnya, akan akhir Nopember 2017 dan menargetkan sudah selesai pada April 2017.

Menjelang masa reses, Dewan Perwakilan Rakyat RI sudah membentuk Panitia Khusus (Pansus) RUU Pemilu yg beranggota 30 orang.

Beberapa klausul dalam RUU Pemilu yg diusulkan pemerintah dan diperkirakan mulai menjadi krusial antara lain, sistem proprosional terbuka terbatas, alokasi kursi 560 dibagi ke 78 daerah pemilihan.

Dapil baru Kalimantan Utara ada tiga kursi yg yaitu pecahan dari dapil Kalimantan Timur.

Kemudian, “parliamentary threshold” atau ambang batas perwakilan yakni 3,5 persen bagi Dewan Perwakilan Rakyat RI tetapi tak berlaku bagi DPRD. Untuk mendukung pasangan calon presiden, partai atau gabungan partai harus memiliki jumlah kursi minimal 20 persen di Dewan Perwakilan Rakyat RI atau perolehan suara pada pemilu legislatif sebelumnya minimal 25 persen.

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sumber: http://www.antaranews.com
Terima Kasih Anda Telah Membaca Berita Di Website Akulagi.com, Berita Yang Anda Baca Tentang Kalangan DPR nilai sistem pemilu terbuka terbukti baik

Kata Kunci Banyak Di Cari

sistem gaji grabbike,teks tanggapan kritis tentang pemilihan presiden as,teks tanggapan kritis tentang donald trump,sistem gaji grabbike 2016,contoh contoh teks tanggapan kritis pemilihan presiden as,contoh teks tanggapan kritis pemilu presiden AS 2016,Tanggapan kritis tentang donal trump,teks tagapan kritis pemilihan presiden as,cerita teks tanggapan kritis yang hot,teks tanggapan kritis tentang pemilihan presiden amerika serikat,
Loading...
loading...