DPR Dorong Perempuan Ikut Seleksi Komisioner KPU-Bawaslu

Posted on
loading...

Jakarta (Akulagi.com) – Anggota Komisi II DPR, Hetifah Sjaifudian mendorong agar semakin banyak lagi perempuan berkualitas yg mendaftarkan diri menjadi komisioner Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu.

“Masih ada waktu, karena penutupan pendaftaran tanggal 2 November. Saya mendorong perempuan-perempuan yg memiliki kualitas daftar seleksi komisioner KPU-Bawaslu,” kata Hetifah di Jakarta, Rabu.

Dia menilai banyak sekali perempuan di berbagai daerah yg memiliki kualifikasi buat menjadi komisioner KPU ataupun Bawaslu.

Hetifah juga melihat banyak akademisi perempuan yg menaruh perhatian dan peduli persoalan kepemiluan.

“Saya yakin banyak perempuan yg kompeten dan berpengalaman dalam hal kepemiluan. Saya telah berkunjung ke dua KPU maupun Panwaslu di berbagai wilayah di Indonesia, banyak komisioner perempuan yg hebat dulu juga ada di LSM, Ormas, dan perguruan tinggi,” ujarnya,

Politisi Partai Golkar itu menyampaikan keterwakilan perempuan dalam pemilihan umum, baik sebagai penyelenggara maupun calon anggota legislatif menjadi pembicaraan menjelang Pemilu.

Dia menjelaskan Undang-Undang kepemiluan seperti UU No. 8 tahun 2012 tentang Pemilu Legislatif dan UU No. 15 tahun 2015 tentang Penyelenggara Pemilu sudah mensyaratkan 30 keterwakilan perempuan baik caleg maupun komposisi penyelenggara Pemilu.

“Sejak 25 September lalu, Pemerintah sudah membuka pendaftaran calon komisioner KPU dan Bawaslu. Namun, hingga ketika ini jumlah perempuan yg mendaftar masih dirasa kurang,” katanya.

Hatifah menjelaskan, buat calon komisioner Bawaslu, hingga tanggal 31 Oktober telah ada 107 pendaftar dan 23 orang diantaranya adalah perempuan atau 32,1 persen).

Sementara itu menurut dia, pendaftaran bagi KPU, dari 138 pendaftar, 42 orang diantara adalah perempuan atau 41,4 persen.

Hetifah sebelumnya sempat menyayangkan bahwa diantara sebelas tim seleksi KPU-Bawaslu, cuma ada sesuatu orang perempuan, Valina Singka.

“Itulah sebabnya dalam seleksi KPU-Bawaslu kali ini Hetifah selalu mendorong perempuan-perempuan berkualitas buat maju. Saat ini dari 7 Komisioner KPU kan cuma sesuatu perempuan, merupakan ibu Ida Budhiati,” ujarnya.

Selain itu, Hetifah juga mengingatkan bahwa di Pemilu 2019 nanti mulai berbeda dengan Pemilu sebelumnya karena Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) dilaksanakan serentak dan itu memberi kensekuensi tugas KPU dan Bawaslu yg menjadi berat.

Dia mengatakan, karena beratnya tugas penyelenggara Pileg dan Pilpres, komisioner KPU dan Bawaslu mestinya ditambah.

“Kalau sekarang cuma 7 orang, nanti mampu ditambah jadi 11 orang. Dalam pembahasan RUU Pemilu nanti ini mulai kalian bahas,” ujarnya. 

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sumber: http://www.antaranews.com
Terima Kasih Anda Telah Membaca Berita Di Website Akulagi.com, Berita Yang Anda Baca Tentang DPR dorong perempuan ikut seleksi komisioner KPU-Bawaslu

Kata Kunci Banyak Di Cari

foto payudara idaman,kenapa jaman sekarang perempuan nakal nakal,
Loading...
loading...