KPK Periksa Mantan Ketua MK Hamdan Zoelva

Posted on
loading...

Jakarta (Akulagi.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2013-2015 Hamdan Zoelva dalam penyidikan masalah dugaan pemberian suap kepada Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar terkait penanganan sengketa Pilkada Kabupaten Buton.

“Ini urusan lama saja, belum tahu, makanya kalian ikuti saja apa yg mulai ditanyakan,” kata Hamdan di gedung KPK Jakarta, Rabu.

“Iya soal itu,” tambah Hamdan ketika ditanya apakah pemeriksaan itu soal gugatan Pilkada Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Dalam perkara ini KPK memutuskan Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun sebagai tersangka yg memberikan uang Rp1 miliar kepada Ketua Mahkamah Konstitusi tahun 2013 Akil Mochtar terkait penanganan sengketa Pilkada Buton pada Agustus 2011.

Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Buton berlangsung Juli 2012. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buton memenangkan pasangan Agus Feisal Hidayat dan Yaudu Salam Ajo dalam pemilihan itu.

Tiga pasangan calon yang lain yg meliputi La Uku dan Dani, Samsu Umar Abdul Samiun dan La Bakry serta Abdul Hasan Mbou dan Buton Achmad menggugat keputusan tersebut.

Hakim MK yg ditugaskan mengadili gugatan itu meliputi Akil Mochtar sebagai ketua merangkap anggota serta Muhammad ALim dan Hamdan Zoelva masing-masing sebagai anggota.

Putusan MK memerintahkan KPU kabupaten Buton bagi melakukan pemungutan dan perhitungan suara ulang pada Mei 2012 dan hasilnya memenangkan pasangan Samsu Umar Abdul Samiun dan La Bakry, namun hasil itu kembali digugat ke MK oleh pasangan La Uku dan Dani.

Pada Juli 2012, Samsu dihubungi pengacara Arbab Paproeka, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Amanat Nasional (PAN), yg mengatakan permintaan Akil Mochtar agar Samsu menyediakan uang Rp6 miliar terkait permohonan keberatannya.

Namun Samsu cuma memberikan Rp1 miliar melalui pemindahbukuan ke rekening CV Ratu Samagat.

Pada 24 Juli 2012, MK menolak gugatan kedua La Uku. Setelah putusan dibacakan, Akil mengirim pesan kepada Samsu yg isinya menagih kekurangan uang sesuai jumlah yg diminta tetapi Samsu tak memenuhi permintaan Akil tersebut.

Akil Mochtar dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dalam masalah ini, dan sekarang masih menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung.

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sumber: http://www.antaranews.com
Terima Kasih Anda Telah Membaca Berita Di Website Akulagi.com, Berita Yang Anda Baca Tentang KPK periksa Mantan Ketua MK Hamdan Zoelva

loading...
Loading...