Warga Trenggalek Lepas Ribuan Anak Penyu Ke Laut Bebas

Posted on
loading...

Trenggalek – Pusat konservasi penyu Taman Kili-Kili di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, melakukan pelepasan ribuan tukik atau anak penyu ke laut bebas, Minggu (30/10/2016). Warga juga melepas ribuan burung aneka macam di kawasan konservasi.

Proses pelepasan yg dikenal dengan upacara ucul-ucul ini dikerjakan oleh ribuan warga, pelajar, kepolisian, TNI serta sejumlah kelompok pecinta lingkungan dan satwa.

“Sebelum dilepas, tukik-tukik tersebut terlebih dulu harus menjalani proses karantina di tempat penangkaran selama tiga bulan,” kata Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Taman Kili-Kili, Ari Gunawa.

Menurutnya, karantina sengaja dikerjakan buat menjaga agar tukik lebih dewasa dan dapat bertahan hidup di laut bebas. Tukik atau anak penyu ini rawan mati dan dimakan predator, karena pada usia kurang dari tiga bulan cangkang atau batok penyu masih lunak.

Ari menjelaskan, macam penyu yg banyak bertelur dan dikonservasi di Taman Kili-Kili adalah penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Jenis yang lain yg juga bertelur di lokasi tersebut yakni macam penyu lekang (Lepidochelys olivacea) serta penyu hijau (Chelonia mydas). Sedangkan bagi penyu langka macam belimbing (Dermochelys coriacea), kini tak dijumpai lagi di Taman Kili-Kili.

Warga Trenggalek Lepas Ribuan Anak Penyu ke Laut BebasFoto: Aksi pelepasan ribuan tukik (Adhar Muttaqin/detikcom)

“Kalau dulu, sebelum ada konservasi ini, penyu belimbing juga pernah bertelur di sini, penyu macam ini ukurannya besar, bahkan dapat seukuran mobil,” katanya.

Dengan pelepasan ribuan tukik ini, diharapkan kelestarian penyu tetap terjaga hingga ratusan tahun ke depan. Lanjut dia, dari ribuan penyu yg dilepas kemungkinan besar cuma 3 persen yg mempu bertahan hidup hingga dewasa.

“Jadi dari 100 tukik cuma ada tiga yg mampu sampai dewasa dan bertelur, keadaan ini dipengaruhi oleh ganasnya kehidupan penyu di laut, banyak sekali predator yg mengintai,” ujarnya.

Selama tahun 2016, jumlah induk penyu yg bertelur di pantai Taman Kili-Kili Trenggalek mencapai 56 ekor. Sedangkan jumlah tukik yg berhasil ditetaskan dan dilepas ke laut mencapai lebih dari 3.000 ekor.

“Hari ini tadi adalah pelepasan yg terakhir, sebelumnya kita lepas secara bertahap, sesuai dengan umurnya,” imbuh Ari.

Selain melakukan pelepasan anak penyu, juga dikerjakan pelepasan ribuan burung serta ikan di kawasan konservasi. Beberapa macam burung yg dilepasliarkan antara yang lain , cucak hijau, perkutut serta burung kutilang.

Kepala Desa Wonocoyo, Didik Herkunadi sebagai pihak pengelola mengaku, ketika ini keberadaan burung-burung ini di kawasan hutan di wilayah Trenggalek akan langka. Ini terjadi karena perburuan liar yg dikerjakan warga yg tak bertanggung jawab.

“Untuk menjaga agar burung dan ikan yg kalian lepas itu tetap lestari, pemerintah Desa Woncoyo telah mengeluarkan peraturan desa tentang perlindungan satwa. Hari ini tadi juga kalian lakukan penanaman pohon,” katanya.

Pihaknya berharap kawasan konservasi penyu dan wilayah Desa Wonocoyo tetap lestari dan bisa menjadi laboratorium raksasa bagi penyelamatan satwa maupun tumbuh-tumbuhan.

Sementara itu pihak Perhutani Kediri selaku pemangku kawasan hutan di wilayah Trenggalek mengaku, mulai mendorong pengembangan pusat konservasi Taman Kili-kili tersebut hingga menjadi garda terdepan dalam menjaga kelesatarian penyu serta aneka satwa liar lainnya.

“Kami mulai lakukan perjanjian kerja sama dengan pihak pengelola, pada intinya Perhutani dan warga sudah sepakat buat menjaga hutan dan isinya,” kata Kepala Perhutani Kediri, Maman Rosmantika.

Untuk pengembangan kawasan konservasi, Perhutani mengaku mulai melakukan lobi ke sejumlah instansi BUMN agar menggelontorkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) ke wilayah Trenggalek.
(hri/hri)

$(document).ready(function(){ polong.create({ group: 106, appId : 3, target:’bx_polong’ }); });

Sumber: http://news.detik.com
Terima Kasih Anda Telah Membaca Berita Di Website Akulagi.com, Berita Yang Anda Baca Tentang Warga Trenggalek Lepas Ribuan Anak Penyu ke Laut Bebas

loading...
Loading...