Meski Jadi Penghasil Tembakau Terbesar, India Akan Tegas Terapkan FCTC

Posted on
loading...

Jakarta, Pada November 2016 mendatang India mulai jadi tuan rumah konferensi World Health Organization (WHO). Di dalamnya mulai dibicarakan perjanjian internasional pengendalian tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) diikuti oleh perwakilan 180 negara.

Terkait hal tersebut industri rokok India menginginkan pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi bersikap lebih ‘lunak’ menerapkan FCTC. Alasannya karena sebagai negara penghasil tembakau terbesar di dunia ketiga, FCTC disebut mulai mengancam kelangsungan hidup 46 juta orang yg ada di sektor ini.

Dikutip dari Reuters, bukti dokumen memperlihatkan grup industri dan petani tembakau lewat berbagai jalur sudah meminta agar ada perwakilannya mengikuti konferensi FCTC. Mereka mengkritik hasil perjanjian yg dulu tidak pernah terbuka buat publik termasuk pada industri rokok.

Baca juga: 3 Penyebab Utama Makin Banyak Perokok di Indonesia: Iklan, Mudah dan Murah

Namun demikian seorang pejabat publik yg tidak disebut namanya mengaku tak mulai tunduk pada ‘tekanan’.

“Bila kami mengizinkan ada delegasi industri rokok, ini mampu membuat malu pemerintah India. Kami tak mulai menanggapi dokumen-dokumen pelobian ini,” ujar sang pejabat seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (29/10/2016).

Kementerian Kesehatan India menyampaikan pemerintah mulai tetap mempertimbangkan sudut pandang para petani.

Berkaca dari masalah India, bagaimana keadaan di Indonesia? Sebagai negara yg disebut Food and Agriculture Organization (FAO) penghasil tembakau terbesar keenam di dunia, Indonesia sendiri bahkan belum menandatangani dan meratifikasi FCTC.

Argumentasinya sama seperti yg ada di India bahwa FCTC disebut mulai berdampak pada banyak orang terutama dari sisi ekonomi sehingga harus dipertimbangkan matang. Namun demikian Ketua Pusat Kajian Jaminan Sosial, Universitas Indonesia, Profesor Hasbullah Thabrany menyampaikan lebih dari sisi ekonomi FCTC milik manfaat melindungi masa depan anak bangsa dari ancaman bahaya rokok.

“Semua negara tak ingin anak-anak mudanya mengonsumsi rokok. Sekarang bagaimana komitmen dari pemerintah kita,” kata Prof Hasbullah.

Baca juga: Aksesi FCTC, Langkah Nyata Demi Sukseskan Pengendalian Tembakau di Indonesia(fds/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Terima Kasih Anda Telah Membaca Berita Di Website Akulagi.com, Berita Yang Anda Baca Tentang Meski Jadi Penghasil Tembakau Terbesar, India akan Tegas Terapkan FCTC

Kata Kunci Banyak Di Cari

cara menghilangkan efek tembakau hanoman,asal tembakau hanoman,cara menghilangkan efek hanoman,cara menghilangkan efek mabuk tembakau hanoman,efek tembakau banana,cara membuat tembakau ganesha,cara menurunkan hanuman,efek nataraja,
loading...
Loading...