Kisah Floice Menangi Lomba Paduan Suara Internasional

Posted on
loading...

Jakarta (Akulagi.com) – Tim Floice Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) berhasil menjuarai lomba Paduan Suara bertajuk “The 1st Lanna Choir Competition” yg berlangsung pada 19 Oktober hingga 23 Oktober di Chiang May, Thailand.

Berhasil menyandang gelar sebagai juara umum, menurut ketua paduan suara Floice, Christine Eka W. H., yaitu buah dari usaha kerja keras para anggota Floice dalam mengikuti kompetisi tersebut.

“Ini baru pertama kalinya kalian ikut lomba internasional. Awalnya, teman-teman Floice ingin merasakan kompetisi di luar negeri, akhirnya setahun dulu membulatkan niat ikut kompetisi ini,” ujar dia ketika dihubungi Akulagi.com melalui pesan instan, Jumat.

“Senang pastinya bangga usaha delapan bulan lebih membawakan hasil yg benar-benar memuaskan. Dan, sampai sekarang pun kalian masih belum yakin kalo kalian pemenang grand champion,” sambung dia.

Christine mengaku biaya yaitu kendala terbesar dalam mengikuti kompetisi tersebut. Dia mengungkapkan para anggota Floice rela berjualan kue, menjual barang pribadi, mengamen, bahkan sebagian rela kerja sambil kuliah bagi menutupi biaya keberangkatan ke Thailand.

“Milih ikut kompetisi ini berat. Jujur kita pun selama ini cuma ikut kompetisi nasional dan kendala terbesar untuk kalian pastinya biaya,” ujar Christine.

“Tapi puji Tuhan mampu bantuan dari Fakultas dan staf dan dosen FTP. Setidaknya mengurangi biaya kami,” lanjut dia.

Christine juga mengaku minder ketika timnya harus melawan tim paduan suara yg kadang menyabet piala juara seperti Novo Concertante Manila dari Filipina.

“Jujur dari awal kompetisi kita merasa minder karena banyak paduan suara yg hebat dan juara berkali-kali ikut dalam kompetisi tersebut, tetapi kalian berusaha yg terbaik kita jauh-jauh dari Indonesia hanya pengen memberikan yg terbaik dari usaha kami,” kata dia.

Dalam kompetisi tersebut Floice membawakan sembilan lagu, merupakan Bungong Jeumpa, Kalejs Kala Debesis, Hodie Natus Est, Cantate Domino, Tardingdangdo, Marencong Rencong, Luk Luk Lumbu, Janger dan Yamko Rambe Yamko.

Floice berhasil menjadi sesuatu satunya wakil Indonesia yg masuk ke babak grand prix bersama tim dari Filipina, Malaysia, Srilanka dan Thailand.

Di babak grand prix Floice membawakan lagu-lagu daerah khas Indonesia. Penampilan Floice diawali dengan “Janger” lagu Bali yang  diaransemen ulang Agustinus Bambang Jusana dan Avip Priatna, dan ditutup dengan “Yamko Rambe Yamko” lagu Papua pengaransemen Agustinus Bambang Jusana.

The 1st Lanna Choir Competition yaitu lomba paduan suara tingkat dunia yg diikuti oleh Kroasia, Filipina, China, Malaysia, Thailand, Srilanka dan Indonesia.

Terdapat dua kategori yg dilombakan merupakan Kategori A dengan level kesulitan I, Kategori B dengan level kesulitan II, Kategori G bagi paduan suara anak anak dan remaja, Kategori F bagi folklore serta Kategori GS bagi paduan suara Gereja/religi.

Sebagai juara umum Floice membawa pulang piala dan uang tunai senilai 1.500 euro.

“Setelah ini masih belum tahu ikut kompetisi apa lagi, masih mau dicari dahulu kompetisinya,” ujar Christine.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sumber: http://www.antaranews.com
Terima Kasih Anda Telah Membaca Berita Di Website Akulagi.com, Berita Yang Anda Baca Tentang Kisah Floice menangi lomba paduan suara internasional

loading...
Loading...