Kisah Pak Dokter Ganteng Yang Jadi Tempat Curhat Para PSK

Posted on
loading...

Yogyakarta, Senyum terus terkembang di wajahnya. Ia tidak cuma ramah, tapi juga peduli pada pekerja seks komersial (PSK) dan penyandang HIV.

Tri Kusumo Bawono. Namanya menjadi viral setelah berbicara dalam sosialisasi tentang kesehatan reproduksi di Pasar Kembang (Sarkem), yg dikenal sebagai kawasan ‘lampu merah’ di Yogyakarta, dua waktu lalu.

“Waktu itu aku bicara santai, nggak tahunya sama rekan-rekan PSK gaya bicara aku dianggap lucu, selalu habis itu aku dikerumuni sama mereka,” kata dr Tri mengawali ceritanya.

Berawal di tahun 2004, dari tugas yg diberikan kepala puskesmas ketika dirinya masih menjadi dokter pegawai tak tetap (PTT) di Puskesmas Gedongtengen, bagi melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat di Sarkem.

Dari pengamatannya, pendekatan yg diberikan tidak boleh biasa saja karena ia harus membangun kepercayaan dengan tokoh masyarakat yg ada di sana. “Tiap kali visit gitu aku sowan (bertamu dan mohon izin, red) dahulu ke tokohnya,” tuturnya kepada detikHealth ketika ditemui di Puskesmas Gedongtengen, Yogyakarta, Jumat (28/10/2016).

Memang pada awalnya, dr Tri dan timnya mendapatkan penolakan. Tetapi karena membawa iktikad baik, lama-lama mereka pun mau terbuka kepadanya. Apalagi seluruh satu ia lakukan sendiri, termasuk mengambil sampel darah.

Ia juga yg memberikan edukasi kepada para PSK terkait berbagai penyakit menular seksual, termasuk penggunaan kondom atau pengaman yg benar. “Habis itu aku bagikan nomor. Kalau ada persoalan tinggal telepon atau waktu itu kan BBM ya, ternyata kan banyak yg malu tanya langsung,” lanjutnya.

Kepedulian ini ia tunjukkan dengan menjawab setiap panggilan, SMS ataupun BBM dari PSK, penyandang HIV, pengidap IMS, kapanpun dan di manapun. “Dulu awalnya istri ya kaget, tapi sekarang telah terbiasa,” ungkap dr Tri.

Bahkan menurut dr Tri, kepedulian seperti ini dirasa utama mengingat ia dua kali menemukan pasien IMS dan HIV yg malu mengutarakan kondisinya hingga mengalami gangguan mental dan bunuh diri. Padahal baginya, seandainya ada yg memperhatikan seperti ini, mereka mau mendapatkan penanganan dan mampu disembuhkan.

Kepedulian juga ditunjukkan bapak tiga anak ini pada pengguna narkoba. Ia kadang dimintai bantuan oleh kepolisian buat melakukan pemeriksaan pada pengguna narkoba, karena kebanyakan dari mereka biasanya juga pengidap HIV.

Apalagi seandainya sampai ditahan. Agar keadaan mereka dapat dipulihkan, ia dan timnya berinisiatif mengantarkan obat antiretroviral dan memberikan terapi methadone kepada penghuni lapas.

Kisah Pak Dokter Ganteng yg Jadi Tempat Curhat Para PSKFoto: Rahma Lillahi Sativa/detikHealth

Baca juga: Sejak Tahun 97, dr Aisyah Bantu Ribuan Pecandu Bebas dari Jeratan Narkoba

Tak pelak pria berusia 44 tahun ini jadi aktif keluar masuk kantor polisi, lapas/bapas termasuk tempat hiburan malam. Bak seorang salesman, ia menawarkan buat memberikan pemeriksaan reproduksi dan tes HIV secara cuma-cuma ke tempat-tempat hiburan malam.

Tak jarang ia mendapatkan godaan. “Biasanya mereka kan pakai rok pendek atau bajunya terbuka, itu aku bercandain ‘mbok ditutup mbak, aku kan jadi nggak konsen’ mereka seluruh ketawa tetapi malah jadi santai,” katanya lagi.

Dokter ini pun mengaku jadi milik kelebihan lain, merupakan memahami kosakata yg tidak jarang dipergunakan para waria. “Jadi kalo lagi pelatihan nasional gitu aku suka ditanya sama temen-temen, ini artinya apa gitu aku tahu semua,” ujarnya sambil tertawa.

Tetapi dari situ para PSK, pengidap HIV maupun IMS yg ingin berkonsultasi menjadi nyaman kepadanya. Sang dokter seolah menjadi tempat curahan hati mereka, yg rata-rata bertanya soal kesehatan reproduksi mereka. “Kalau spermanya diminum itu aman nggak sih dok atau kok pelanggan aku spermanya ada darahnya ya, itu gimana ya,” tuturnya, mengulang pertanyaan yg pernah disampaikan padanya.

Puskesmas yg dipimpinnya sejak 2009 itu pun praktis menjadi rujukan para PSK dan penyandang HIV di penjuru DIY karena layanannya yg ramah pada ODHA. “Kami buatkan jalur khusus namanya One Stop Service. Tapi mereka tak dibedakan, sama seperti yg lain, sehingga pasien kita tak dari kota saja tapi juga kabupaten lain,” papar dr Tri.

Tak cuma itu, Puskesmas Gedongtengen juga mendorong agar pelaku bisnis hiburan malam di wilayah kerjanya bagi terus memakai kondom dan melakukan pemeriksaan rutin lewat program LKB Plus. Hal ini dikerjakan bagi menekan perkara HIV maupun IMS yg dapat saja muncul.

Karena suka bergaul, ia juga sukses merangkul berbagai LSM yg bersinggungan segera dengan PSK maupun waria di Yogyakarta bagi meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya pemeriksaan dan pengobatan HIV/AIDS.

dr Tri adalah salah sesuatu sosok pemuda Indonesia yg peduli pada kesehatan masyarakat. Apalagi memang tak gampang buat benar-benar memusnahkan HIV-AIDS dari muka bumi ini. Selalu ada tantangan dalam setiap perjuangan, tetapi bukan berarti menjadi alasan bagi tak berbuat apa-apa. Semangat Pak Dokter!

Baca juga: Tak Pandang Bulu, Puskesmas Menteng Juga Layani Pecandu Narkoba


Biodata
Nama: dr Tri Kusumo Bawono, SE
TTL: Yogyakarta, 6 Juli 1972
Praktik: Apotek K24 Gadjah Mada Yogyakarta
Pendidikan: S1 Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (lulus 1998)
S1 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (lulus 2003)
Alamat: Pakualaman, YogyakartaSaveSave(lll/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Terima Kasih Anda Telah Membaca Berita Di Website Akulagi.com, Berita Yang Anda Baca Tentang Kisah Pak Dokter Ganteng yang Jadi Tempat Curhat Para PSK

Kata Kunci Banyak Di Cari

profil edot arisna,psk terminal pulogadung,febry hariadi,asal idris al hasyimi,cara booking acara,link psk,tempat mangkal psk purworejo,biodata marya isma,psk rawa malang 2016,tempat mangkal psk ponorogo,
Loading...
loading...