BNN : Rehabilitasi Membuka Peluang Oknum Lakukan Penyimpangan

Posted on
loading...

Jakarta (Akulagi.com) – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (Buwas) menilai rehabilitasi yg diberikan kepada pengguna narkoba justru menjadi peluang oknum penegak hukum.

Hal ini diungkapkan Buwas dalam acara diskusi yg membahas capaian beberapa tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) bidang politik, hukum dan keamanan di Kantor Staf Presiden Jakarta, Rabu.

Di hadapan Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Menko Polhukam Wiranto, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Kepala BNPT Suhardi Alius, Buwas menilai rehabilitasi itu yaitu bentuk kegagalan dari penanganan cegah dan berantas, walau itu menjadi salah sesuatu penyelamatan dari kecanduan narkotika.

Bahkan Buwas menyebut bahwa rehabilitasi itu bukan ranah BNN maupun penegak hukum, melainkan ranahnya Menteri Kesehatan dan Menteri Sosial.

“Ini (rehabilitasi) karena adanya di aparat penegak hukum jadi peluang bagi dijadikan mainan. Mau direhab atau dipidanakan,” ungkap Buwas.

Untuk mengatasi ini Buwas menyampaikan perlunya revisi UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika karena banyak celah yg digunakan oleh oknum aparat penegak hukum mempermainkan rehabilitasi pencandu narkotika.

“Jadi di lapangan ini aku harus selalu terang, ini kan kelemahan yg harus kami perbaiki. Ketika ada yg ditangkap ada peluang, mau direhab atau dipidanakan, wani piro,” kata Buwas.

Kondisi ini, katanya, tak berhenti di BNN atau Kepolisian, tapi saat di Kejaksaan maupun pengadilan hal ini mulai terulang.

“Nanti selesai di BNN atau kepolisian begitu juga di oknum kejaksaan juga digitukan, mau aku tuntut apa kamu. Tuntut pidana kurungan atau rehab. Demikian juga dengan oknum hakimnya,” katanya.

Bahkan Buwas mengaku program rehabilitasi ini juga dijadikan lahan bisnis sehingga perlu dibenahi lembaga dan standarisasinya serta prosesnya.

“Kita ini ada 100 balai rehab, 100 jenis cara rehab, ada yg direbus, direndam, disuruh lari-lari, model apa rehabilitasi seperti itu,” ungkapnya.

Bahkan Buwas menyebut ada Balai Rehabilitasi yg cukup mendaftar dulu dikeluarkan dan dan dinyatakan telah direhabilitasi.

“Fakta yg aku sampaikan bukan ngarang-ngarang. Nyawa manusia yg dipakai mainan, dipakai bisnis. Bagaimana ada rehabilitasi tanpa ada rehabilitasi medis tiba-tiba ada rehabilitasi sosial,” jelasnya.

Buwas menyampaikan banyak pengguna yg masih ketergantungan tetapi tiba-tiba rehabilitasi sosial dan ada rekomendasi sudah selesai ketergantungan dari narkoba.

Kepala BNN mengaku sudah melaporkan hal ini kepada Presiden dan berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan dan Menteri Sosial terkait rehabilitasi ini.

Buwas juga mengaku sudah mendata segala kelemahan UU Narkotika sejak awal menjabat, namun revisi sudah dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat perkembangannya berjalan lambat karena membahas sesuatu paragraf saja memakan waktu berbulan-bulan.

Untuk itu Kepala BNN ini meminta Menko Polhukam pembahasan revisi UU Narkotika ini masuk agenda reformasi hukum yg dicanangkan pemerintahan Jokowi-JK.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sumber: http://www.antaranews.com
Terima Kasih Anda Telah Membaca Berita Di Website Akulagi.com, Berita Yang Anda Baca Tentang BNN : rehabilitasi membuka peluang oknum lakukan penyimpangan

Kata Kunci Banyak Di Cari

kenapa no internet access di IPv4 danipv6,dp bnn,gambar bnn,kakek kontol gede,peluang tebak ox,
Loading...
loading...