Bupati Emil Siap Sampaikan Aspirasi Dokter Soal Program Pendidikan Tambahan

Posted on
loading...

Bupati Emil Siap Sampaikan Aspirasi Dokter Soal Program Pendidikan TambahanFoto: Adhar Muttaqin/detikcom

Trenggalek – Ratusan dokter yg tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Trenggalek menggelar aksi unjuk rasa. Mereka menolak aturan pemerintah tentang program pendidikan Dokter Layanan Primer (DLP).

Dalam aksi yg digelar di lingkar Alun-Alun Trenggalek, para dokter membentangkan poster dan spanduk yg berisi penolakan atas peraturan baru dari pemerintah tersebut. Mereka juga melakukan aksi tanda tangan pada spanduk, sebagai bukti penolakan.

Salah sesuatu peserta aksi, dr Ratna Sulistyowati mengatakan, program pendidikan DLP dinilai tak relevan diterapkan, karena masa pendidikan yg harus ditempuh cukup lama.

“Durasi pendidikan dokter itu telah cukup lama, sarjana kedokteran saja empat tahun, nanti masih ditambah koas (dokter muda) beberapa taun, jadi telah enam tahun, belum lagi ada intensif selama sesuatu tahun, masa mau ditambah lagi,” ungkap Ratna ketika ikut dalam aksi tersebut, Senin (24/10/2016).

Menurutnya, Selain persoalan waktu, kebijakan DLP juga mulai berdampak pada pemborosan anggaran, mengingat ketika ini biaya sekolah kedokteran Indonesia cukup mahal. Pihaknya justru menyarankan pemerintah pusat melakukan perbaikan kurikulum pendidikan di fakultas kedokteran, sehingga tak menjadi beban baru untuk para dokter.

“Kami tak menolak bagi peningkatan mutu dokter dan kalian mengakui bahwa ilmu itu selalu berkembang, tetapi tak dengan seperti ini,” katanya.

Di sisi lain, program pemerintah pusat tersebut justru mulai menghambat regenerasi dokter di daerah, mengingat jumlah dokter yg tersedia sangat terbatas. Ratna mencontohkan, di Kabupaten Trenggalek bagi memenuhi standar minimal jumlah dokter di masing-masing puskesmas, masih mengalami kekurangan tujuh orang dokter.

Bupati Emil Siap Sampaikan Aspirasi Dokter Soal Program Pendidikan TambahanFoto: Adhar Muttaqin/detikcom

“Untuk memenuhinya kita harus merekrut dokter PTT dengan anggaran daerah, karena pemerintah pusat telah menghapusnya. Nah, kalau saja dokter yg baru lulus harus sekolah lagi, kalian mulai mampu memenuhi kebutuhan dokter dari mana,” ujar Ratna.

Hal senada juga disampaikan, dr Tita Riskana, dokter teladan nasional ini menilai, jenjang pendidikan kedokteran yg selama ini ditempuh seharusnya sudah memenuhi standar buat menjadi seorang dokter umum. “Sehingga tak perlu ada tambahan pendidikan, kalau memang perlu peningkatan ya dijadikan satu,” katanya.

Sementara itu Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak menerima segera aksi damai para dokter. Pihaknya segera mengkomunikasikan aspirasi tersebut dengan Ketua Bidang Kesehatan, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), yg juga Bupati Kulon Progo, Jawa Tengah, dr Hasto Wibowo.

“Pak Hasto memahami aspirasi para dokter, pihaknya berjanji kan langsung mengajak segala kepala daerah bagi menyatakan sikap, sebagai bentuk masukan kepada pemerintah pusat,” kata Emil.

Pihaknya mengaku belum dapat mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat, sebelum ada pembicaraan konkrit dengan para dokter. Mengingat aturan baru tersebut mengakibatkan keresahan kalangan dokter.

“Saya harus mendengarkan para dokter ini, karena mereka yg menolong aku buat melayani masyarakat, dengan jasa dokter inilah yg menolong kita menjalankan roda pemerintahan,” imbuhnya.

(bdh/elz)

$(document).ready(function(){
polong.create({
group: 106,
appId : 3,
target:’bx_polong’
});
});

Sumber: http://news.detik.com
Terima Kasih Anda Telah Membaca Berita Di Website Akulagi.com, Berita Yang Anda Baca Tentang Bupati Emil Siap Sampaikan Aspirasi Dokter Soal Program Pendidikan Tambahan

Kata Kunci Banyak Di Cari

pendidikan chelsea olivia,wattpad dokter,Foto susu anak sekolah,jumlah sekolah kesehatan d indonesia,jumlah sekolah kesehatan di indonesia,pendidikan chelse olivia,serba serbi ratna antika,
Loading...
loading...