Dewan Masjid Indonesia: Jangan Hancurkan Kebhinekaan Hanya Karena Kekuasaan

Posted on
loading...

Jakarta – Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DWI) Masdar Farid Masudi mengatakan, pemilu yg damai adalah ujian untuk Indonesia. Namun, jangan sampai karena ingin merebut kekuasaan lantas merusak kebhinekaan yg menjadi ciri khas Indonesia.

Masdar mengatakan, Indonesia yaitu bangsa yg terdiri dari berbagai macam suku dan agama yg tergabung dalam kebhinekaan. Untuk itu, perdamaian harus dibangun atas kebhinekaan.

“Saya tiba ke sini ingin merayakan perdamaian. Perdamaian yg dibangun atas kebhinekaan. Indonesia sebagaimana kami tahu adalah bangsa yg sangat plural, milik ratusan suku, bahasa, agama, segala ada di sini. Agama langit, agama bumi. Agama lokal juga tak mampu dihitung. Selain itu juga dipisah dengan ragam pluralitas geografi. Indonesia negara paling unik, paling plural, paling bhineka di segala dunia. Indonesia dengan semua pluralnya dapat bertahan sampai sekarang,” kata Masdar.

Hal itu disampaikan Masdar dalam acara Peringatan Hari Santri dan Deklarasi Pilgub DKI Jakarta Damai oleh Relawan Nusantara (RelaNU) dan Nahdliyin Jakarta, di Wisma Antara, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (21/10/2016) malam.

Masdar juga mengatakan, kebhinekaan juga termasuk dalam salah sesuatu ayat Allah di Alquran. “Kebhinekaan itu yaitu salah sesuatu ayat Allah. Beda warna, beda bahasa, beda budaya, inilah yang bikin keindahan. Jika keindahan adalah dari kebhinekaan, maka selayaknya kalian rayakan,” katanya.

Bicara soal pemilu yg damai, lanjut Masdar, menjadi tantangan tersendiri buat Indonesia. Terlebih pemilu berkaitan dengan kekuasaan.

“Pemilu yg damai memang ini ujian dari kita. Pemilihan seperti yg mulai kalian jalankan, berkaitan dengan kekuasaan dan kadang kali tak mau ada pesaing. Ingin sendiri dan tak ada pesaing. Oleh sebab itu, kami mampu paham ada kerawanan apalagi isunya sensitif. Tapi kami harus tetap santai. Kekuasaan ini memang misterinya tampak, orang yg dihitung jadi sering dapat tak jadi,” katanya.

Masdar juga mengatakan, proses meraih kekuasaan itu tak boleh terlalu mutlak. Dia juga mengimbau agar para kandidat di Pilkada DKI 2017 tak terlalu tegang dan harus menerima apapun hasil pemilihan nanti.

“Proses perebutan kekuasaan itu tak boleh terlalu mutlak-mutlakan, harus jadi, harus tak jadi. Lawan harus dikalahkan, itu boleh saja sebagai retorika, tetapi harus dihitung ada faktor Allah yg maha tahu. Ketika kekuasaan diperebutkan melalui pemilihan, boleh kalian serius, tetapi jangan berlebihan, jangan terlalu mutlak-mutlakan. Semua dapat dan boleh berharap jadi, tetapi semuanya harus terbuka, bahwa mampu saja tak jadi. Itu adalah kehendak Allah yg maha kuasa,” katanya.

“Oleh karena itu persaingan ini tak boleh mutlak-mutlakan. Dan sekali lagi jangan terlalu tegang, pasrahkan kepada Allah. Dialah yg memiliki kekuasaan buat memberi kekuasaan kepada siapapun. Yang menang dipersilakan memimpin, dan yg kalah tak boleh ngamuk. Yang ngamuk tak mengikuti perintah Allah,” tambahnya.

Di akhir pidatonya, Masdar berpesan jangan sampai pesta demokrasi ini malah merusak kebhinekaan yg menjadi ciri khas Indonesia. “Saya ingin betul-betul menekankan pesan, jangan hancurkan kebhinekaan kalian cuma karena masalah kekuasaan. Dan ikhlaskan apa yg jadi takdir Allah nanti. Siapapun yg menang harus kami hormati, kami dukung,” katanya.

“Kita penuhi agenda yg ada di Alquran merupakan keadilan. Keadilan pada yg lemah supaya dapat mendapat hak-haknya. Dan sekali lagi kekuasaan itu mulai dijatuhkan pada orang yg beriman,” tambahnya.

(jor/jor)

$(document).ready(function(){ polong.create({ group: 106, appId : 3, target:’bx_polong’ }); });

Sumber: http://news.detik.com
Terima Kasih Anda Telah Membaca Berita Di Website Akulagi.com, Berita Yang Anda Baca Tentang Dewan Masjid Indonesia: Jangan Hancurkan Kebhinekaan Hanya Karena Kekuasaan

Kata Kunci Banyak Di Cari

Cewekcantikdanseksi,cara membuat headband unik,contoh skuisi sepatu roda,donwload video frozen full muvie sampai akhir bahasa indonesia,Faktor yang mempengaruhi kesehatan bayi neonatal,jenita janet memek lebar,lagu bertaan sampe jam 5,
Loading...
loading...