Pernah Dibeli Google Dan Kini Dimiliki Lenovo, Apa Pentingnya Motorola?

Posted on
loading...

Akulagi.com – Lenovo disinyalir langsung memboyong smartphone Motorola dengan brand “Moto” ke Indonesia. Ada dua indikasi yg memperkuat dugaan tersebut, akan dari kemunculan nama “Motorola” di situs sertifikasi Ditjen SDPPI, hingga laman Facebook “Moto Indonesia” yg kembali aktif.

Lenovo pun sempat mengungkap rencana itu tanpa mengumbar tanggal pastinya. Ini segala menandai 2016 sebagai tahun kembalinya smartphone Moto di Tanah Air, pasca Lenovo mengambil alih Motorola dari Google pada 2014 lalu.

Ditilik dari sejarahnya, Motorola memang tidak pernah benar-benar mati meskipun sempat vakum dan mengubah struktur bisnisnya. Hal itu membuktikan kemampuan adaptasi Motorola terhadap berbagai pergeseran tren dan perubahan zaman.

Perusahaan yg berdiri sejak 1928 itu menjadi salah sesuatu yg tertua dan masih bertahan hingga kini. Motorola adalah pendiri telepon genggam yg yaitu cikal bakal smartphone.

Tak kurang dari 24.500 paten dan portofolio dikantungi perusahaan yang berasal Illinois, Amerika Serikat itu.

Pada 15 Agustus 2011, Motorola Mobillity diakuisisi Google. Raksasa Mountain View ini berani menggelontorkan duit 12,5 miliar dollar AS atau kini Rp 162 triliun.

Google-Motorola bagi ekosistem Android

Google tentu telah memperhitungkan untung-rugi membeli Motorola yg kala itu dalam masa sulit. Ternyata, nilai penting Motorola di mata Google tidak yang lain dan tidak bukan adalah kekayaan patennya.

“Portofolio paten Motorola Mobility mulai menolong ekosistem Android,” begitu tertera pada pernyataan resmi Google pasca akuisisi, sebagaimana dikutip KompasTekno, Sabtu (15/10/2016) dari situs Google.

Menurut Google, raksasa yang lain seperti Microsoft, Oracle, dan Apple, secara agresif menyerang Android dengan tuntutan hukum soal paten dan lisensi.

Hal ini sedikit banyak mengancam perkembangan Android sebagai sistem operasi terbuka. Untuk itu, Google mengindikasikan kekayaan paten Motorola sebagai pelindung agar perusahaan yang lain tidak berani mengusik Android.

“Google sangat kuat di software, Motorola Mobility sangat kuat di hardware. Penyatuan keduanya mulai sangat baik dan mempercepat inovasi,” kata perwakilan Google.

Meski demikian, keintiman Motorola dan Google agaknya memicu kecemburuan vendor yang lain yg memakai lisensi Android, sebagaimana dilaporkan PCMag.

Hal ini kelihatan dari gencarnya dua vendor membangun sistem operasi non-Google pasca penyatuan Google dan Motorola. Sebut saja Samsung yg membuat Tizen dan LG dengan WebOS-nya.

Sang raksasa Cupertino pun pada akhirnya harus memilih buat menjadi layanan sistem operasi Android yg netral untuk seluruh vendor.

Lenovo-Motorola dan ambisi menguasai pasar smartphone

Tiga tahun bersama Google, Motorola akhirnya dipinang Lenovo pada 2014. Nilai akuisisinya sebesar 2,91 miliar dollar AS atau sekarang Rp 37 triliun.

Menurut CEO Google yg kini menjadi CEO perusahaan induk Alphabet, Larry Page, Motorola dan Lenovo yaitu kombinasi yg pas dan bakal memperkuat posisi keduanya di industri smartphone.

“Motorola berada di tangan yg tepat. Keduanya mampu menciptakan perangkat terbaik,” kata Page dalam sebuah pernyataan resmi ketika proses akuisisi rampung.

Mayoritas paten Motorola tetap dimiliki Google. Motorola sendiri memegang lisensi bagi segala portofolio, paten, dan kekayaan intelektualnya.

Dengan akuisisi oleh Lenovo, brand perangkat Motorola beserta portofolio produknya seperti Moto X, Moto G, Moto E, dan DROID, menyatu dengan Lenovo. Roadmap produk Motorola ke depan juga berjalan beriringan dengan Lenovo.

Kolaborasi kedua perusahaan handset tersebut menjadikan Lenovo sebagai produsen smartphone terbesar ketiga di dunia kala itu. Sama seperti Google, Lenovo pun melihat potensi yg besar dengan bergabungnya Motorola.

“Lenovo memiliki strategi yg jelas, skala global, dan operasional yg memadai. Motorola membawa pengaruh yg besar di Amerika Serikat, pasar yg mapan, koneksi yg baik dengan operator, brand yg ikonok, portofolio yg kuat, serta tim yg hebat,” kata CEO dan Presiden Direktur Lenovo, Yang Yuanqing, melalui pernyataan resmi di situs Lenovo.

Ke depan, Lenovo berharap kombinasi bersama Motorola dapat memperkuat daya saing, mempercepat pertumbuhan, dan memenangkan pasar smartphone global.

Posisi Lenovo yg kuat di negara berkembang dan Motorola yg kuat di negara mapan seperti AS dianggap sebagai kesempatan buat menggapai ambisi tersebut.

Di Indonesia, beberapa lini yg dikabarkan langsung hadir adalah Moto E dan Moto M, berdasarkan kode yg tampil pada situs Ditjen SDPPI. Kode XT1663 yg tercantum dirumorkan yaitu ponsel kelas menengah Moto M generasi baru dari Motorola.

Adapun perangkat berkode XT1706 disinyalir tidak yang lain adalah Moto E Power generasi ketiga.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Lenovo. Kepastian berbagai rumor dan asumsi sepertinya bakal baru dapat diketahui dalam waktu dekat.

Sumber: http://tekno.kompas.com
Terima Kasih Anda Telah Membaca Berita Di Website Akulagi.com, Berita Yang Anda Baca Tentang Pernah Dibeli Google dan Kini Dimiliki Lenovo, Apa Pentingnya Motorola?

Kata Kunci Banyak Di Cari

Oke google sekarang jam berapa,mendengarkan Oke Google,oke google cerita,Oke Google mendengarkan,Oke Google cari tahu,Oke Google jam berapa,bokep sri utami,Oke Google kapan lu mati,Oke Google gambar squishy,Oke Google Tolong carikan Facebook,
Loading...
loading...