Pasang badan Ahok soal Surat Al Maidah terus lanjut ke jalur hukum

Posted on
loading...

akulagi.com – Akan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dengan kata lain Ahok tersandung sangkaan masalah penistaan agama. Gara-garanya, dalam acara diskusi dengan warga Kepulauan Seribu, pernyataan Ahok menyinggung masalah Penentuan Gubernur DKI Jakarta yang bakal berjalan pada Februari 2017 yang akan datang serta mengutip Surah Al Maidah ayat 51.

Ketua MUI KH Maruf Amin memohon aparat penegak hukum pro aktif lakukan penegakan hukum dengan cara tegas. Ia juga memohon orang-orang untuk tetaplah tenang serta tak lakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan perlakuannya pada aparat penegak hukum.

Dari hasil kajian yang dikerjakan MUI, pernyataan Ahok yang mengutip surah Al Maidah ayat 51 dikira mengejek Al Quran serta beberapa ulama. Penghinaan itu lantaran Ahok menyebutkan kandungan dari surah Al Maidah itu satu kebohongan, jadi hukumnya haram serta termasuk juga penistaan pada Al Quran dan yang menebarkan surah Al Maidah itu pembohong.

” Jadi MUI telah bikin pendapat tentang pernyataan Ahok sekian waktu lalu. Menurut MUI ada penghinaan pada Al Quran serta ulama. Serta ulama dikira lakukan pembohongan, ” kata Maruf Amin, Rabu (12/10).

Pernyataan sikap MUI itu sudah diserahkan pada Bareskrim Polri untuk jadikan bahan kontrol Ahok atas laporan beberapa elemen orang-orang. MUI memohon pihak kepolisian mengusut selesai pelaporan pada Ahok itu.

Beberapa Instansi Swadaya Orang-orang (LSM) serta Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di banyak daerah bersama-sama melaporkannya ke Polda setempat, bahkan juga Bareskrim Polri. Tidak cuma itu, beberapa tindakan juga dikerjakan untuk menghakimi Ahok yang disangka lakukan penistaan agama.

Pernyataan sikap MUI 2016 Merdeka. com
Ahok sendiri mengakui belum membaca surat edaran resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) berkaitan pernyataannya mengenai Surah Al Maidah ayat 51. Dia bakal menanti surat edaran MUI itu hingga di kantornya.

” Ya kita belum baca, saat telah dengarin media, ” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (12/10).

Ahok gunakan tubuh masalah pernyataannya yang mengutip Alquran jadi masalah serta dikira berbuat tidak etis umat Islam. Ahok mempersilakan perkara penistaan agama untuk tetaplah diolah ke jalur hukum. Mengingat Indonesia adalah negara hukum hingga berdiri diatas konstitusi.

Baca Juga: Dari Pilpres Hingga Pilgub DKI, Rachmawati-Megawati Tak Pernah Akur

” Ini negara hukum, orang bila telah laporin ya silahkan sistem, ” kata Ahok.

Bekas Bupati Belitung Timur ini mengungkap, dalam Undang-Undang telah ada ketentuan yang mengatur tentang penistaan agama. Meskipun dia tak menjabarkannya dengan cara detil tentang kehadiran ketentuan itu.

” Ada Undang-Undangnya kok. Kan penistaan agama ada basic Undang-Undang-nya. Silakan sisi hukum mengolah, ” tandasnya.

Kata Kunci Banyak Di Cari

sebutkan hukum bacaan tajwid dari surat al maidah ayat 8,gambar badan kerokan,hukum bacaan tajwid surah al-maidah ayat 8,cara merapikan tali kur satpam,cara line ig dan smule di iphone 3gs,hukum bacaan al maidah ayat 8,www cewek panggilan di indra pura com,cara pasang tali kur di baju security,asbabun nuzul al maidah 8 nu,cra bkin saringan bo2kan altex,
Loading...
loading...