Membandingkan Solusi Ahok, Agus, dan Anies Soal Tempat Tinggal di DKI

Posted on
loading...

akulagi.com – Semuanya akan calon Gubernur DKI Jakarta berkemauan untuk jadikan Jakarta jadi kota yang tambah baik serta nyaman untuk warganya. Bermacam jalan keluar serta inspirasi di tawarkan oleh beberapa kandidat, termasuk juga masalah rumah di ibu kota.

Apa sajakah jalan keluar dari beberapa kandidat untuk permasalahan rumah di Jakarta?

Jumat (14/10/2016) merangkum inspirasi serta jalan keluar yang pernah di tawarkan oleh beberapa kandidat, yaitu pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) -Djarot Saiful Hidayat, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni serta Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Inspirasi serta jalan keluar ini pernah mereka menawarkan baik dengan cara segera pada warga, melalui wawancara dengan media ataupun yang tertuang dalam misi serta visi yang mereka serahkan ke Komisi Penentuan Umum DKI Jakarta.

Waktu mendaftar ke KPUD DKI Jakarta, yang pertama mendaftar yaitu pasangan Ahok-Djarot, lantas Agus-Sylvi serta paling akhir Anies-Sandiaga. Lantaran KPU belum mengambil keputusan nomer urut kandidat, detikcom menuturkan inspirasi serta jalan keluar beberapa kandidat dengan urutan kandidat berdasar pada urutan waktu mereka mendaftar di KPU.

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) -Djarot Saiful Hidayat
Akan calon Gubernur DKI petahana yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) serta Partai Kelompok Karya (Golkar) ini menyampaikan, terdapat banyak jalan keluar yang dibagi dalam empat kelompok berkaitan permasalahan tempat tinggal.

Pertama, untuk warga yang berpendapatan dibawah Rp 3 juta, Pemprov DKI Jakarta dibawah kepemimpinan Ahok sediakan tempat tinggal susun sewa bersubsidi.

” Bila untuk orang dengan upah Rp 3 juta, kita bangun 1 rusun (tempat tinggal susun), dapat 36 mtr. persegi. Itu (harga nya) Rp 200-250 juta. Dapat tidak orang dengan upah Rp 3 juta bayar cicil Rp 200 juta? Tanpa ada bunga saja tak mampu kok. Belum lagi untuk pemeliharaan. Maka dari itu kami ingin buat satu jenis yang kami subsidi habis, 80 % lebih. Di situ anaknya bisa KJP (Kartu Jakarta Pandai), naik bus gratis, ada dokter beberapa macam, serta cuma bayar Rp 5-15 ribu, ” kata Ahok, Senin (10/10/2016).

Kelompok Ke-2, Pemprov DKI Jakarta sediakan tempat tinggal susun dengan harga terjangkau, seharga sewa kos-kosan. Rusun ini bakal di bangun dekat dengan terminal atau stasiun LRT ataupun MRT.

” Ini yang harga kos. Ini orang tidak dapat cicil juga. Namun dia sepanjang kos. Namun dia dapat cicil tempat tinggal lantaran uangnya telah habis cicil tempat tinggal di pinggir. Kami ingin irit dia saat, ” tuturnya.
Kelompok ketiga, yaitu untuk warga berpendapatan diatas Rp 10 juta. Pemprov DKI bakal sediakan unit rusun untuk dicicil.

” Bila upah telah diatas Rp 10 juta, dapat dia cicil. Asal tanah tidak dihitung harga nya. Maka dari itu yang ketiga ini, kami kerjakan, tanah tak dihitung namun dengan catatan, dia tak bisa jual ke orang lain. Sesudah 20-30 th., mesti jual lagi ke pemda. Harga NJOP, ” terang Ahok.

Kelompok ke empat, untuk yang memiliki tanah di Jakarta, Pemprov DKI bakal mengajak bekerja bersama. Nanti diatas tanah warga itu, Pemprov DKI bakal bangun apartemen.

” Yang miliki tanah, umpamanya anda kos-kosin orang. Tanahmu 100 mtr.. Kita lagi sediakan kelak kita bangun apartemen, kasih anda 2 x atau 2, 5 kali. Kita lagi kalkulasi. Jadi bila tanah anda 100 mtr., anda dapat bisa 150, 200, atau 300. Hingga ini sertifikat atas nama anda, anda bisa jual tanah itu, bisa sewakan ke orang lain. Jadi kita ganti tanah, ” kata Ahok.

Agus Yudhoyono-Sylviana Murni
Akan calon Gubernur DKI ini diusung oleh Partai Demokrat (PD), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) serta Partai Amanat Nasional (PAN). Berdasar pada visi misi yang diambil detikcom dari System Info Bagian Pilkada (SITaP) KPU RI, Agus yang berpasangan dengan Sylviana Murni ini berkemauan untuk wujudkan Jakarta yang maju, aman, adil, sejahtera, Jakarta yang hijau (Green Jakarta) serta Jakarta yang nyaman serta bermartabat.

Pasangan ini lalu bikin program kerja berdasar pada persyaratan 6 misi itu. Agus tak merinci khsusus berkaitan jalan keluar untuk rumah di Jakarta.
Tetapi, dalam program Tindakan untuk Wujudkan Jakarta yang Maju, Agus-Sylvi menyinggung sehubungan rumah di Jakarta.

Bila dipilih, pasangan ini bakal lakukan pengembangan kota sesuai sama Gagasan Tata Ruangan Lokasi (RTRW). Diluar itu, Agus-Sylvi akan tingkatkan akses warga DKI Jakarta pada hak atas rumah, sanitasi serta air bersih.

Diluar itu, waktu bertandang ke Rusunawa Sindang, Koja, Jakarta Utara, Selasa (11/10) Agus berjanji bakal menurunkan harga sewa rusunawa.
Hal semacam itu disebutkan Agus sesudah mendengar curahan hati Fatimah, salah seseorang oenghuni Rusunawa Sindang. Menurut Fatimah, sekarang ini harga sewa rusunawa meraih Rp 70 ribu sampai Rp 460 ribu.

” Per bln. Rp 460 ribu ya? Semoga dapat turun lagi. Saya insya Allah bila ada peluang untuk memimpin, saya bakal menurunkan lagi, ” kata Agus.
” Kelak saya akan buat masjid. Karenanya ada tempat beribadah, insya Allah nanti anak-anak kita bakal jadi anak sholeh serta sholehah, ” lanjutnya.

Anies Baswedan- Sandiaga Uno
Akan calon Gubernur DKI yang diusung oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) serta Partai Keadilan Sejatera (PKS) ini pernah tawarkan jalan keluar berkaitan rumah pada warga Tanah Merah, Jakarta Utara. Bahkan juga Anies lakukan kontrak politik dengan warga itu.

Satu diantara isi kontrak politik Anies yang dipasangkan dengan Sandiaga Uno ini yaitu memiliki komitmen untuk merampungkan persoalan segketa tanah. Anies menyampaikan, penyelesaian sengketa tanah ini mesti dengan komunikasi serta dialog. Bahkan juga Anies menyebutkan diri siap jadi mediator sengketa tanah.

” Jadi, pesan paling utama kontrak politik, semua dikomunikasikan. Semua didiskusikan, dibicarakan, janganlah ditangani dengan cara sepihak. Lantaran bila ditangani sepihak apa pun juga itu dapat merugikan buat beberapa orang serta kasian orang-orang kita, malah kontrak politik tadi pesan intinya bakal berdialog, bakal berkomunikasi termasuk juga memainkan peran mediasi walau tanah bukanlah punya pemda, ” kata Anies, Minggu (2/10/2016).

Baca Juga: Pasang badan Ahok soal Surat Al Maidah terus lanjut ke jalur hukum

Dalam kontrak politik dengan warga Tanah Merah dijelaskan tiga poin yang disuruh warga tanah merah :
1. Pemenuhan serta Perlindungan hak-hak Warga Kota mencakup legalisasi tanah dengan sertifikat dengan prasyarat spesifik, realisasi kampung deret serta menjaga kearifan lokal Jakarta.
2. Mereview serta merivisi Perda Gagasan Tata Ruangan Lokasi Propinsi DKI Jakarta dalam soal zonasi.
3. Keterbukaan serta Penyebarluaskan info pada Warga Kota.

Sesaat, dalam visi misi yang diserahkan ke KPUD DKI Jakarta, Anies serta Sandiaga belum merinci mengenai jalan keluar untuk rumah ini. Pasangan ini cuma menyebutkan bakal lakukan pelajari pada pengaturan RTRW Jakarta.

Kata Kunci Banyak Di Cari

sewa psk online surabaya,harga sewa bus kerub 2016,daftar tempat karaoke di wonosobo,contoh soal tes kesehatan jiwa,bank keliling jakarta,contoh soal kesehatan jiwa,tempat mangkal psk ngawi,tempat mangkal psk di lamongan,pendapat untuk pembangunan di DKI jakarta,makalah tentang pilgub dki,
Loading...
loading...